Menolak Lupa Peristiwa Kanigoro, Teror PKI di Subuh Hari

  • 22 Apr 2024 17:04 WIB
  •  Kediri

KBRN . Kediri: Seperti namanya yang dikenang hingga saat ini sebagai salah satu bagian dari sejarah Nasional, Peristiwa Kanigoro, peristiwa yang terjadi 59 tahun lalu terjadi di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Desa ini terletak sekitar 17 km dari pusat Kota, tepatnya di wilayah paling selatan Kabupaten Kediri. Hingga kini, Masjid At-Taqwa yang memiliki nilai historis tinggi masih kokoh berdiri. Sebagian besar desainnya tidak diubah hingga sekarang. Hanya bagian luar pernah direnovasi salah satunya adalah pagar di area depan masjid yang dilebarkan dan ditinggikan dengan penambahan tulisan ‘Masjid At-Taqwa Kanigoro – Saksi Sejarah Peristiwa Aksi Teror Kanigoro 13 Januari 1965’.

Masih teringat jelas peristiwa kelam di subuh hari selepas warga melaksanakan sahur, matahari belum secara keseluruhan memancarkan sinarnya, sebuah masjid yang terletak di pinggiran Kediri dipenuhi ratusan jemaat yang merupakan peserta training Pemuda Islam Indonesia (PII). Tiba-tiba para anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) beserta kelompok sealiran lainnya, yakni Barisan Tani Indonesia (BTI), memaksa memasuki area masjid dengan membawa senjata tajam tanpa melepas alas kaki. Mereka mengobrak-abrik, menginjak-injak kitab suci Al-qur’an, hingga menangkap seluruh jemaat termasuk Kyai Jauhari yang mengimami sholat. Mereka pun digelandang ke kantor polisi setempat dengan diikat tali sambil di caci maki. Huru-hara itu memang berlangsung sangat cepat, namun memberikan dampak sangat luas hingga level nasional. Tragedi kelam Kanigoro dilatar belakangi karena suhu politik yang memanas waktu itu antara golongan kiri dan golongan kanan.

Pada Senin siang (22/04/2024), RRI Kediri mengunjungi Masjid At-Taqwa dengan maksud memotret, mengangkat dan mempublikasikan keberadaan masjid ini di era sekarang sekaligus menolak lupa peristiwa kelam yang kejadiannya kini telah memasuki hampir enam dekade lamanya, “ Bagian interior masjid memang tidak banyak perombakan. Pilar penyangga atap yang terbuat dari material kayu jati masih asli semua. Bagian imam juga tidak berubah sama sekali sejak dulu. Yang berbeda hanya temboknya yang sekarang sudah full keramik, “ kata Mohammad Ali Imron, Ketua Takmir Masjid At-Taqwa Kanigoro.

Peristiwa Kanigoro dianggap menjadi awal salah satu tragedi dari rentetan kejadian konflik yang lebih besar. Hingga puncaknya pada peristiwa pemberontakan 30 September (G 30S/PKI), “ Sampai sekarang pun masih sering diselenggarakan kegiatan seperti reuni atau refleksi peristiwa itu di Masjid At-Taqwa. Yang hadir ya sebagian perwakilan warga Desa Kanigoro, tokoh masyarakat, pengurus takmir masjid, bahkan pelaku sejarahnya yang dulu menjadi peserta training PII juga sebagian masih ada dan turut hadir, “ tutur Ali, sapaan akrabnya kepada RRI Kediri.

Sebagai informasi, serangan subuh di Masjid At-Taqwa Kanigoro juga pernah turut diabadikan dalam film dokumenter, yakni di menit-menit awal film dokumenter Pengkhianatan G 30S/PKI yang menampilkan reka adegan penyerangan di masjid ini. Film ini diproduksi pada tahun 1984 oleh pemerintah orde baru di era kepemimpinan Presiden Soeharto. Film berkategori dokurama propaganda Indonesia ini disutradarai dan ditulis oleh Arifin C. Noer, diproduseri oleh G. Dwipayana, dan dibintangi Amoroso Katamsi, Umar Kayam, dan Syubah Asa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....