Pengelolaan Hutan Konservasi Di Jawa Timur
- 04 Jan 2024 21:03 WIB
- Kediri
KBRN . Kediri : Konservasi hutan adalah upaya pelestarian, perlindungan, dan pengelolaan sumber daya hutan untuk mempertahankan keanekaragaman hayati, ekosistem, serta manfaat ekologis, ekonomis, dan sosial jangka panjang. Tujuannya adalah untuk mencegah kerusakan lingkungan dan memastikan keberlanjutan ekosistem hutan.
Perkembangan konservasi hutan di Jawa Timur mencakup berbagai inisiatif, seperti peningkatan pengawasan hutan, rehabilitasi lahan, pendidikan masyarakat tentang keberlanjutan, dan keterlibatan komunitas lokal dalam pengelolaan sumber daya alam.Upaya kolaboratif ini bertujuan untuk menjaga keanekaragaman hayati, menjaga fungsi ekosistem, dan mendukung kesejahteraan masyarakat setempat.
Beberapa daerah konservasi hutan di Jawa Timur menghadapi tantangan serius, seperti deforestasi, perambahan hutan, dan degradasi lahan. Faktor-faktor ini dapat mengakibatkan kerugian keanekaragaman hayati, terancamnya ekosistem, dan dampak negatif terhadap masyarakat lokal. Upaya pemulihan dan peningkatan pengelolaan konservasi biasanya diperlukan untuk mengatasi kondisi ini.
“Kalau melihat kondisi hutan di jawa timur khususnya Tulungagung dan Trenggalek sangat memprihatinkan karena seringnya warga yang membabat hutan sehingga tidak ada lagi hutan yang betul-betul terjaga,” ujar Sugianto salah satu anggota Telapak BT Jawa Timur saat melakukan sesi dialog dalam program Kentongan RRI Kediri, Kamis, (4/1).
Sugianto menambahkan dampak buruk yang di rasakan jika masyarakat terus menebang hutan, yakni banjir bandang saat musim hujan serta dampak mengeringnya sumber mata air di kala musim kemarau, “kalau melihat kondisi hutan di Tulungagung dan Trenggalek sudah sepatutnya Pemda setempat mencari titik serta memetakan hutan dengan kondisi rusak parah agar secepatnya dapat dilakukan penanaman kembali,” kata pria yang tergabung dalam salah satu komunitas pegiat lingkungan di Jawa Timur itu.
Untuk diketahui BT Jatim berkolaborasi dengan sekolah melakukan Policy Air dengan program merekrut anak usia sekolah berkontribusi dalam melestatikan sumber mata air dengan harapan dapat mereka nikmati kelak di 5 hingga 10 tahun yang akan datang, “Kami berharap pada generasi muda yang notabene memiliki prosentasi kegiatan lebih banyak bisa menjadi pioneer untuk perubahan kelestarian lingkungan,” imbuhnya. (Ayu Artha)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....