RRI dan Bapak adalah Satu Nyawa
- 10 Sep 2026 17:02 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - "Bapak saya pecinta RRI, dengan radio jadulnya dan siaran yamg kami terima melalui frekuensi AM tahun 60-an, RRI sudah mendarahdaging di keluarga kami. RRI dan Bapak adalah satu nyawa".
Itulah yang disampaikan Ni Asih, pendengar RRI Kediri di Tulungagung. Baginya, RRI bukan sekedar radio biasa, ia memiliki sejarah besar dalam denyut dan nadi keluarganya. Terlebih sang Bapak yang setiap hari mendengarkan RRI sejak tahun 1960. Siaran harga sembako dan drama radio yang selalu dinanti "Butir-Butir Pasir di Laut" selalu menjadi topik utama.
"Penyiar RRI itu khas, suaranya tiada dua. Sampai akhir hayatnya, bapak masih setia dengan RRI. Saya senang sekarang bisa mendengarkan kembali RRI di Kediri. Seperti mimpi bisa mendengarkan penyiar RRI. Semoga RRI Kediri bisa selalu menghibur kami yang rindu dengan RRI, menjadi penyemangat bagi kami yang sudah sepuh ini," kata Ni Asih.
Lagu penutup siaran Love Ambon, baginya juga menyimpan memori tersendiri. Seperti membawanya pada masa silam, masih bersama Bapak dan radio jadulnya. Dengan slogan andalan "Sekali di Udara tetap di Udara" RRI mengajak orang mengenal Indonesia dari beragam kacamata dan sudut pandang. Itulah yang membuat RRI dicintai.
"Dulu kami bisa mendengar siaran dari mana saja, dari jarak jauh berkat AM. Kami mendapat banyak informasi dan kabar-kabar tentang negeri ini melalui RRI siaran AM. RRI bukan sekedar radio pemerintah, RRI adalah corong publik yang sudah pasti dijamin kebenaran informasinya," ucapnya.
AM (Amplitude Modulation) adalah gelombang radio yang terdiri dari gelombang Short Wave (SW) dan Medium Wave (MW) untuk memancarluaskan siarannya ke seluruh pelosok tanah air. RRI menggunakan AM sejak tahun 1945 hingga akhir tahun 1970-an. Selanjutnya frekuensi FM yang lebih jernih dipakai dalam siaran RRI secara bertahap.
Setelah proses migrasi panjang dari era 80-an, saat ini seluruh Programa RRI (Pro 1, Pro 2, Pro 3, dan Pro 4, dan siaran nasional PRO 3) dapat dinikmati masyarakat secara luas melalui frekuensi FM radio analog di berbagai daerah. Namun masih ada beberapa jaringan yang menggunakan keduanya, FM dan AM.
"RRI itu hidup saya. Saya tidak akan mengenal RRI kalau bukan dari bapak saya. Saya berdoa semoga RRI jaya selalu di udara, sekali di udara tetal di udara. Terimakasih RRI sudah menjadi rumah bagi rakyat Indonesia di mana saja dna selalu membawa pesan kebaikan untuk Indonesia tercinta," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....