Pestani Nyawiji, Strategi Petrokimia Gresik Perkuat Kualitas Bawang Merah Unggul

  • 07 Sep 2026 18:28 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • PT Petrokimia Gresik (Persero) memperkuat dukungan terhadap pengembangan bawang merah unggulan Kabupaten Nganjuk
  • Selain bawang merah, Pestani juga diterapkan pada komoditas rawit, melon, dan semangka di berbagai wilayah Jatim
  • Ketika petani semakin produktif dan sejahtera, maka pertanian akan semakin kuat, ketahanan pangan Jawa Timur dan Indonesia akan semakin kokoh

RRI.CO.ID, Nganjuk – PT Petrokimia Gresik (Persero) memperkuat dukungan terhadap pengembangan bawang merah unggulan Kabupaten Nganjuk. Strategi ini direalisasi melalui program 'Pestani Bawang Merah Nyawiji' yang digelar Senin, 7 September 2026.

Program ini menjadi wadah bagi petani untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas budidaya, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan komoditas hortikultura unggulan daerah.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo mengatakan Jawa Timur memiliki peran strategis dalam produksi bawang merah nasional. Pada 2024, produksi bawang merah Jatim mencapai 476.666 ton dari luas panen 53.681 hektare.

"Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu sentra utama bawang merah di Jawa Timur. Peningkatan kualitas dan produktivitas komoditas ini berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan ketahanan pangan," ujar Adit.

Ia menyebut, varietas lokal unggulan Tajuk atau Tanaman Asli Nganjuk menempati posisi nomor satu nasional sebagai benih bawang merah dan nomor dua dari sisi produksi. Tajuk dikenal memiliki kualitas unggul, warna menarik, ukuran seragam, dan daya simpan baik.

"Pestani bukan sekadar kompetisi. Ini ruang bagi petani untuk belajar, berbagi pengalaman, dan menunjukkan praktik budidaya terbaik pada komoditas unggulan daerah," kata Adit.

Program ini melibatkan petani dari 6 kecamatan Wilangan, Bagor, Nganjuk, Rejoso, Sukomoro, dan Gondang. Penilaian meliputi keseragaman umbi 35 persen, berat 50 persen, dan dokumentasi 15 persen.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengaku bangga dengan potensi pertanian bawang merah di wilayahnya. Ia berharap sinergi pendampingan dari Petrokimia Gresik bisa semakin menambah produktivitas dan kesejahteraan petani.

"Pemerintah Kabupaten Nganjuk sangat mendukung program seperti ini. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kami optimis bawang merah Tajuk akan semakin dikenal dan petani kita semakin sejahtera," kata Marhaen.

Nama 'Nyawiji' berarti menyatukan langkah. Rangkaian kegiatan juga diisi sarasehan, panen bersama, dan pemberian penghargaan kepada petani berprestasi.

Petani asal Gondang, Kabupaten Nganjuk, turut mengapresiasi pendampingan Petrokimia Gresik."Kami mendapatkan informasi pupuk nonsubsidi yang terbukti mendorong peningkatan produktivitas. Hasil tanaman jadi berkualitas," kata Suheri.

Senada dengan Suheri, petani bawang merah lain asal Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Djito mengatakan, sangat bangga bisa merasakan hasil panen yang berkualitas dari pendampingan Petrokimia Gresik.

"Kami selalu mendapat bantuan pendampingan. Setiap seminggu sekali, kami sering didatangi dan ditanya bagaimana perkembangan lahan bawang merah di sini, dan harapannya upaya ini bisa berkelanjutan," ungkap Djito.

Selain bawang merah, Pestani juga diterapkan pada komoditas rawit, melon, dan semangka di berbagai wilayah Jatim.

Dengan demikian, ketika petani semakin produktif dan sejahtera, maka pertanian akan semakin kuat. Ketahanan pangan Jawa Timur dan Indonesia akan semakin kokoh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....