Merawat Kakak Tuna Netra, Savira Tak Gentar Kejar Mimpi Jadi Reporter
- 30 Agt 2026 15:03 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Di tengah puluhan siswa baru yang mengenakan seragam dan mengikuti prosesi Student Inauguration Angkatan 4 SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Kediri, terselip kisah perjuangan seorang remaja asal Medan bernama Savira
- Bagi Savira, menjadi bagian dari sekolah berasrama gratis bentukan Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF) bukan sekadar kesempatan untuk mendapatkan pendidikan
- Lebih dari itu, sekolah ini menjadi jalan baginya untuk mengejar mimpi yang selama ini disimpan erat, yakni menjadi seorang reporter terkenal
RRI.CO.ID, Kediri - Di tengah puluhan siswa baru yang mengenakan seragam dan mengikuti prosesi Student Inauguration Angkatan 4 SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Kediri, terselip kisah perjuangan seorang remaja asal Medan bernama Savira. Bagi Savira, menjadi bagian dari sekolah berasrama gratis bentukan Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF) bukan sekadar kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
Lebih dari itu, sekolah ini menjadi jalan baginya untuk mengejar mimpi yang selama ini disimpan erat, yakni menjadi seorang reporter terkenal.
Savira datang dari keluarga dengan perjalanan hidup yang tidak mudah. Sejak kecil, ia harus menjalani kehidupan bersama neneknya setelah kedua orang tuanya bekerja. Sang ayah kemudian meninggal dunia di Malaysia, sementara Savira juga harus membantu merawat kakaknya yang mengalami tuna netra.
Kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Justru pengalaman hidup itu menjadi alasan kuat bagi Savira untuk terus belajar dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih masa depan.
"Selama ini saya punya mimpi menjadi reporter terkenal. Cita-cita saya ini karena ingin membuktikan kepada dunia, bahwa anak yang hanya diasuh oleh nenek dan merawat kakak yang berkebutuhan khusus ternyata bisa sukses dan punya masa depan gemilang," kata Savira, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Kini, langkah baru mulai dijalaninya di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Kediri. Jauh dari rumah dan keluarga, Savira bersama siswa lainnya harus belajar hidup mandiri sekaligus beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan asrama.
Semangat itu pula yang menjadi bagian dari kegiatan Student Inauguration Angkatan 4 bertajuk 'Learn Today, Lead Tomorrow'. Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Asrama (MPLSA) tahun ajaran 2026-2027.
Kepala SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Kediri, Ahmad Riziq Mubarok, menyambut kedatangan 99 siswa baru yang telah melalui proses seleksi dan masa karantina. Ia berharap para siswa mampu segera menyesuaikan diri dengan kehidupan di sekolah maupun asrama.
"Inaugurasi ini bukan sekadar acara, tetapi langkah awal para pelajar untuk hidup mandiri, disiplin, dan mampu meraih cita-citanya," ujar Ahmad Riziq.
Menurutnya, para siswa yang diterima di sekolah tersebut memiliki kesempatan besar untuk mengembangkan potensi. Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta mental para siswa.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa yang hadir mewakili Bupati Kediri. Ia meminta para orang tua memberikan kepercayaan sekaligus keikhlasan kepada anak-anak mereka untuk menjalani pendidikan di asrama.
"Kami meminta orang tua ikhlas merelakan putra-putrinya menempuh pendidikan di asrama. Sebab ada perbedaan pola pendidikan siswa, yang belajar di sekolah umum dengan di asrama," katanya.
Dewi juga mengingatkan, bahwa dukungan keluarga tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan para siswa. Meski anak-anak tinggal jauh dari rumah, doa dan perhatian orang tua diyakini menjadi sumber kekuatan bagi mereka.
"Dengan dukungan dan doa orang tua, kami yakin para siswa akan tumbuh menjadi insan yang bermental tangguh dan berprestasi," kata Dewi.
Ia pun memotivasi siswa Angkatan 4 agar tidak ragu memasang cita-cita setinggi mungkin. Para siswa diminta menjadikan keberhasilan lulusan angkatan pertama sebagai inspirasi dalam menempuh pendidikan.
Pada tahun 2026, sebanyak 106 dari 127 lulusan angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui beasiswa. Selain itu, dua lulusan juga berhasil menembus institusi TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Laut.
Rangkaian Student Inauguration kemudian diisi dengan penyematan tanda murid baru kelas X. Para siswa juga menyampaikan testimoni mengenai pengalaman mengikuti rangkaian MPLSA, sebelum menampilkan pertunjukan spesial bertajuk 'Spread Our Wings' di hadapan para tamu undangan.
Bagi Savira dan 98 siswa lainnya, hari itu bukan sekadar seremoni penerimaan siswa baru. Inaugurasi menjadi penanda dimulainya perjalanan panjang untuk belajar, tumbuh, dan mengejar cita-cita.
Dari Medan, Savira kini menapaki hari-hari barunya di Pare. Dengan pengalaman hidup yang membentuk ketangguhannya, ia ingin membuktikan satu hal: latar belakang bukan batas untuk menentukan masa depan. Mimpi menjadi reporter terkenal pun kini perlahan mulai ia perjuangkan dari bangku sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....