Menjahit Cerita dari Benang, Mahasiswa Taiwan Belajar Tenun Ikat khas Kediri

  • 09 Jul 2026 12:41 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Pagi itu, suara alat tenun berpadu dengan tawa ringan dan percakapan lintas bahasa di sentra Tenun Ikat Medali Mas, Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Pagi itu, suara alat tenun berpadu dengan tawa ringan dan percakapan lintas bahasa di sentra Tenun Ikat Medali Mas, Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri. Sejumlah mahasiswa dari National Yunlin University of Science and Technology (Yuntech) Taiwan melangkah perlahan, memperhatikan setiap sudut ruang produksi dengan rasa ingin tahu yang besar.

Di hadapan mereka, para perajin duduk tekun, jemari mereka lincah memainkan benang, seolah menenun cerita yang tak hanya tentang kain, tetapi juga tentang warisan. Sesekali, mahasiswa mendekat, mengamati lebih dekat, bahkan mencoba menyentuh benang-benang yang tersusun rapi di alat tenun tradisional.

Bagi mereka, ini bukan sekadar kunjungan, melainkan pengalaman pertama menyaksikan bagaimana sebuah karya lahir dari kesabaran dan ketelatenan. Program Summer Camp dan International Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusantara PGRI Kediri menjadi jembatan pertemuan dua budaya yang berbeda.

Dekan FEB UNP Kediri, Amin Tohari, melihat momen ini sebagai kesempatan berharga untuk memperkenalkan Tenun Ikat Kediri ke mata dunia. Menurutnya, pembelajaran terbaik bukan hanya dari ruang kelas, tetapi juga dari pengalaman langsung yang menyentuh rasa.

"Kami ingin mereka tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan nilai budaya yang ada di balik setiap helai tenun ini," kata Amin Tohari, Rabu, 8 Juli 2026.

Ia pun berharap, cerita yang mereka bawa pulang nantinya bisa membuka jalan baru bagi Tenun Ikat Kediri untuk dikenal lebih luas, bahkan hingga pasar internasional. Di antara para mahasiswa, Chen Sheng Wun tampak tak henti mengamati. Matanya mengikuti setiap gerakan perajin dengan penuh kekaguman.

Ia mengaku terkesan karena proses pembuatan tenun dilakukan secara manual, sesuatu yang jarang ia temui di negaranya. Baginya, pengalaman ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menghadirkan penghargaan baru terhadap kerja tangan manusia.

Sementara itu, pemilik Tenun Ikat Medali Mas, Yusna Qurotta A’yuni, menyambut para tamu dengan senyum hangat dan rasa bangga. "Kami merasa senang dan terhormat. Harapannya, mereka bisa menjadi cerita hidup yang membawa nama Tenun Ikat Kediri ke luar negeri," katanya.

Di tengah perkembangan zaman, para perajin terus beradaptasi, menciptakan motif dan warna baru tanpa meninggalkan identitas khas Kediri yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....