Galeri Investasi BEI, Strategi Membangun Masa Depan Finansial

  • 02 Jul 2026 16:59 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Rendahnya tingkat literasi masyarakat terhadap pasar modal menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

RRI.CO.ID, Kediri - Rendahnya tingkat literasi masyarakat terhadap pasar modal menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Meski jumlah investor terus bertambah setiap tahun, pemahaman masyarakat mengenai investasi di pasar modal dinilai masih jauh dari ideal.

Kondisi inilah yang mendorong OJK bersama Pemerintah Kota Kediri meluncurkan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai pusat edukasi dan literasi keuangan.

Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri mengatakan, tingkat literasi keuangan nasional saat ini telah mencapai 66,5 persen dengan tingkat inklusi keuangan sebesar 80,5 persen.

"Namun, khusus sektor pasar modal, tingkat literasi masyarakat baru berada di angka 4,1 persen dan tingkat inklusinya 5,2 persen," kata Ismirani Saputri, pada saat Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 yang dirangkaikan dengan pencanangan Galeri Investasi BEI dan pembukaan 500 rekening efek di Ruang Soekarno Hatta BKPSDM Kota Kediri, Rabu, 1 Juli 2026.

Ismirani menilai, kesenjangan tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat, mekanisme, maupun risiko investasi di pasar modal. Karena itu, edukasi harus terus diperluas agar masyarakat tidak hanya tertarik menjadi investor, tetapi juga mampu mengambil keputusan investasi secara bijak.

"Jumlah investor yang bertambah juga harus diimbangi dengan kegiatan literasi," katanya.

Ia mengungkapkan, hingga Mei 2026 jumlah investor pasar modal di Indonesia telah mencapai 27,75 juta. Angka tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Di Kota Kediri sendiri, hingga April 2026 tercatat sebanyak 23.923 Single Investor Identification (SID). Jumlah tersebut meningkat 29,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara nilai transaksi pasar modal di Kota Kediri telah mencapai Rp1,5 triliun atau tumbuh 116,67 persen secara tahunan.

Menurut Ismirani, pertumbuhan tersebut merupakan modal penting bagi pengembangan ekosistem investasi di daerah. Namun, peningkatan jumlah investor harus dibarengi dengan penguatan literasi agar masyarakat terhindar dari investasi ilegal maupun praktik penipuan berkedok investasi yang masih kerap terjadi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menyambut baik hadirnya Galeri Investasi BEI di lingkungan Pemerintah Kota Kediri. Harapannya fasilitas tersebut dapat menjadi ruang belajar bagi masyarakat untuk memahami investasi secara benar sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan keuangan yang baik.

Gus Qowim mengatakan, aparatur sipil negara (ASN) merupakan kelompok yang memiliki kepastian penghasilan setiap bulan dan jaminan pensiun. Namun, kondisi tersebut jangan sampai membuat seseorang merasa terlalu nyaman hingga mengabaikan pentingnya menyiapkan masa depan finansial.

"Jangan sampai kita hanya mengandalkan dana pensiun. Karena masa depan yang sejahtera tidak hanya ditentukan oleh apa yang akan kita terima nanti, tetapi juga oleh keputusan yang kita ambil hari ini," kata Gus Qowim.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya ASN, mulai menyisihkan sebagian penghasilannya untuk berinvestasi secara legal, aman, dan terencana sejak masih produktif. Menurutnya, investasi yang dilakukan dengan pemahaman yang baik akan menjadi bekal penting untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi pada masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....