Gebrakan Sumarlin, Penyelamat Ekonomi yang Tak Terlupakan

  • 08 Jun 2026 19:36 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri- Johannes Baptista Sumarlin atau J.B. Sumarlin adalah sosok paling disegani era 1980-an. Ia adalah penyelemat bagi ekonomi Indonesia dan pelaku bisnis tanah air kala itu. Sumarlin adalah simbol ketegasan ekonomi Indonesia. Ia pencetus Gebrakan Sumarlin yang melegenda sampai hari ini. Jasanya terhadap upaya penguatan rupiah menjadi catatan sejarah bangsa yang tidak terlupakan.

Sumarlin adalah Menteri Keuangan Indonesia pada 1988-1993. Good News From Indonesia, mencatat, pengaruh Sumarlin sudah besar sejak ia belum menduduki kursi Menteri. Lahir di Nglegok, Blitar, Jawa Timur, dan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini, pernah menduduki jabatan elit seperti Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional.

Gebrakan Sumarlin muncul ketika keuangan negara menghadapi tekanan global, anjloknya harga minyak dunia, hingga ancaman spekulasi valuta asing. Tahun 1987, aksi spekulasi valuta asing sanat mengerikan, termausk Capoital Flight. Laju kliring di Bank Indonesia (BI) mencapai 400 juta dolar AS per hari. Devisa negara nyaris bertekuk lutut, hanya menyisakan 5 miliar dolar AS pada medio tahun 1987.

Setelah mendapat persetujuan Presiden Soeharto, Sumarlin mengeluarkan surat perintah pada Juni 1987. Deposito milik empat BUMN besar-Pertamina, Pusri, PLN, dan Taspen, dipindahkan ke Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang. Gebrakan Sumarlin, sukses membuat Bank Indoensia menarik kembali devisa sekitar 1 miliar dolar AS dalam waktu dua bulan.

Dalam biografi yang dikeluarkan Kementerian Keuangan, ditulis bahwa J.B. Sumarlin adalah sosok yang sangat memahami situasi ekonomi nasional. Ia tahu kapan Pemerintah harus tegas mengetatkan pengeluaran, menggenjot pajak, atau sebaliknya, memberi stimulus pada fiskal. Berbagai ramuan paket kebijakan ekonomi dibuat, dan berhasil menghalau krisis ekonomi, keuangan, fiskal, dan moneter pada era Orde Baru.

Gebrakan Sumarliln juga mampu mengatrol pertumbuhan ekonomi Indonesia ke level 5,7 persen. Angka ini melebihi rata-rata pertumbuhan Indonesia di 5 persen pada tahun 1988. Kemudian, tahun 1991, Sumarlin melanjutkan gebrakan keduanya. Tujuannya untuk mengantisipasi krisis dunia akibat eskalasi perang Irak. Berkat gebrakan ini, inflasi nasional yang

sempat melambung di level 8,27 persen berhasil ditekan menjadi hanya 4,9

persen. Sekali lagi, perekonomian Indonesia terselamatkan oleh gebrakan Sumarlin.

Salah satu hal yang membuat J.B. Sumarlin berbeda bukan hanya soal kecerdasan ekonomi, tetapi juga integritasnya sebagai orang nomor satu di Kementerian. Ia dikenal sebagai pejabat yang sangat keras terhadap praktik pungutan liar maupun segala hal yang berkaitan dengan penyimpangan birokrasi.

Kisahnya yang paling terkenal adalah ketika menyamar untuk memergoki praktik pungli di kantor kas negara. Peraih The University of Pittsburgh Alumni Award 1989, ini juga dinilai berhasil menggalang tim ahli yang sukses merumuskan berbagai kebijakan dan paket deregulasi perbankan nasional. Termasuk melakukan aksi reorganisasi di lingkup Departemen Keuangan.

Sumarlin berhasil membentuk Badan Pelayanan Kemudahan Ekspor dan Pengolahan Data Keuangan pada 1988, juga menata Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai, serta Ditjen Moneter. Tahun 1989, ia juga menata Ditjen Pajak dan Ditjen Anggaran, baik dari sisi,organisasi maupun kinerja di berbagai level. Pengakuan juga diberikan majalah Asia Money di Hongkong. Ia didapuk sebagai Menteri Keuangan Terbaik 1990.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....