Dari Kediri ke IKN dan Hong Kong, Siti Fatimah Kembangkan Usaha Jamur Crispy

  • 26 Apr 2026 22:22 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Dari Kediri ke IKN dan Hong Kong, Siti Fatimah Kembangkan Usaha Jamur Crispy
  • Dari rintisan usaha kecil di Wates ini, Siti membuktikan UMKM bisa naik kelas, tahan banting di tengah fluktuasi harga, lincah pada era digital, berani bermimpi sampai merealisasikan hal itu dengan menembus pasar mancanegara

RRI.CO.ID, Kediri – Aroma gurih jamur goreng tercium dari sebuah rumah di Desa Pojok, Wates. Dari dapur sederhana itu, tangan Siti Fatimah (56) meracik camilan yang kini sudah dikenal luas oleh masyarakat sampai Ibu Kota Nusantara, dan pernah terbang ke Hong Kong dan Taiwan. Panganan ini bernama, Jamur Crispy Pojok.

Bagi Siti, perjalanan bisnisnya tidak instan. Ia memulai langkah pada 2012, dan kini sudah 14 tahun. "Belasan tahun memang bukan waktu yang sebentar," kata Siti Fatimah, pemilik UMKM Jamur Crispy Pojok, di Kediri, pada Minggu, 26 April 2026.

Di tengah harga bahan baku yang naik-turun, pada saat ini, Siti pun pilih bertahan. Karena baginya, bisnis ini bukan sekadar jualan, tapi napas untuk ekonomi keluarga dan tetangga sekitar. Ia bercerita, pada awalnya usaha yang dirintisnya hanya jamur. Namun kini etalase produknya makin ramai, ada Usus Crispy, Jamur Kuping, sampai Keripik Pare yang pahit-manisnya unik.

Tapi sang primadona, hingga sekarang tetap jamur crispy dan usus crispy. Dalam sehari, bisa habis 50 kilogram jamur segar dan kalau order lagi ramai, dalam seminggu Siti membutuhkan sampai ratusan kilogram jamur.

Mengenai upaya menjangkau pembeli, perempuan tekun itu mengaku, memilih kemasan yang dibuat fleksibel. Misal ukuran 25 gram buat pembeli yang levelnya pemula alias mau mencicip dulu, 100 gram dan 200 gram buat yang sudah langganan.

Sampai sekarang, produk unggulan Siti sudah terpampang di rak Swalayan Besar TOP, Toko Pitono, hingga Pusat Oleh-oleh Rahayu. "Alhamdulillah, kalau dititipkan di toko-toko itu selalu habis, tidak ada yang dikembalikan," kata Siti.

Di sisi lain, untuk melakukan ekspansi pasar di dunia digital maka Siti juga lincah bermain medsos. Sebagai contoh, Facebook, Instagram, TikTok jadi etalase digitalnya untuk sapa pembeli luar Kediri.

Siti mengatakan, dari Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri ia meyakini kerenyahan jamur crispy miliknya itu merambat semakin jauh ke pelosok Nusantara. Misalnya ke Kalimantan, Samarinda, hingga kawasan IKN sudah rutin pesan.

Bahkan, yang paling berkesan, kata Siti, saat produknya tembus Hong Kong dan Taiwan dalam jumlah besar. "Alhamdulillah dapat pesanan dan bisa kirim ke Kalimantan serta wilayah Ibu Kota Nusantara," ucap Siti, menyebut nama daerah itu dengan bangga.

Untuk saat ini, tantangan usaha kecil Siti itu juga tetap ada. Minyak goreng naik, dan kemasan plastik ikut mahal, meski ia nggan buru-buru naikkan harga.

"Kasihan pembelinya kalau harga harus naik. Hingga kini, harga Jamur Crispy dan Keripik Pare tetap Rp75.000 per kilogram, sedangkan Usus Crispy dan Jamur Kuping Rp80.000 per kilogram," katanya.

Ketika ditanya rahasia Jamur Crispy miliknya, Siti sempat tersenyum dan menyebutkan, kalau itu bisa dilakukan melalui teknik menggoreng dan pengemasan yang sesuai, sehingga camilan ini awet sampai 4 bulan di tempat sejuk tanpa ubah rasa.

Di samping itu, dukungan Pemerintah Desa Pojok juga turut menjadi penyemangat. Bagi Siti, Jamur Crispy Pojok adalah bukti ketangguhan perempuan. Kondisi ini juga mendapat apresiasi dari Danang, konsumen Jamur Crispy Siti asal Kota Kediri. Ia mengaku, sangat tertarik membeli produk itu setelah melihat media sosial.

"Saya kira asal produk Jamur Crispy ini dari luar Kota Kediri, ternyata justru diproduksi oleh warga lokal. Bahkan, bu Siti ini juga punya lahan pengembangan bibit Jamur tersendiri, sungguh hebat bisa mengelola usaha seperti ini," kata Danang.

Dari rintisan usaha kecil di Wates ini, Siti membuktikan UMKM bisa naik kelas, tahan banting di tengah fluktuasi harga, lincah pada era digital, berani bermimpi sampai merealisasikan hal itu dengan menembus pasar mancanegara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....