Perluas Akses Pendidikan, Pelajar di Kediri Gagas Futureminds IDN
- 19 Apr 2026 01:43 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri — Upaya memperluas akses pendidikan bagi pelajar di berbagai daerah mendorong sejumlah siswa asal Kediri menggagas gerakan nirlaba bertajuk Futureminds IDN. Inisiatif ini difokuskan pada penyediaan pelatihan akademik gratis, khususnya di bidang matematika, bagi siswa yang memiliki keterbatasan akses pembinaan.
Gerakan tersebut diprakarsai oleh Jesselyn Michelle Setiobudi dan Jocelyn Cheryl Setiobudi sebagai pendiri, bersama Alden Onggowarsito, Chloe Hidayat, dan Cedric Maximillian Gunawan sebagai rekan penggagas. Meski masih berstatus pelajar, mereka berupaya menghadirkan wadah pengembangan potensi akademik yang inklusif.
Jesselyn Michelle Setiobudi mengungkapkan, pembentukan Futureminds IDN dilatarbelakangi keinginan untuk membuka kesempatan belajar yang lebih merata. “Kami ingin memberikan pelatihan olimpiade matematika tanpa biaya, terutama bagi siswa di daerah yang belum memiliki akses memadai. Harapannya, mereka bisa berkompetisi hingga tingkat internasional dan memiliki peluang pendidikan yang lebih luas,” ujarnya dalam kesempatan berdialog bersama RRI Kediri, Sabtu, 19 April 2026.
Di tengah aktivitas pendidikan yang dijalani di Singapura, Jesselyn dan Jocelyn tetap berperan aktif sebagai pembimbing. Keduanya memanfaatkan waktu luang, termasuk saat libur, untuk terlibat langsung dalam proses pelatihan.
Seiring perkembangannya, Futureminds IDN mendapat respons positif dari kalangan pelajar dan sekolah. Jumlah peserta yang mengikuti program terus bertambah setiap periode. “Saat ini, pelatihan rutin mingguan diikuti lebih dari 200 siswa dari sekitar 20 sekolah. Kami juga membagi peserta berdasarkan jenjang kelas agar materi yang diberikan lebih tepat sasaran,” kata Jesselyn.
Dalam pelaksanaannya, program pembinaan disusun secara bertahap. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga latihan intensif hingga pendampingan menghadapi kompetisi.
“Kami mulai dari penguatan konsep dasar, dilanjutkan dengan latihan soal secara berkala, kemudian memberikan pendampingan sampai mereka siap mengikuti olimpiade, termasuk tingkat internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan mentor dengan pengalaman kompetisi menjadi salah satu kekuatan program ini. Para mentor yang tergabung merupakan pelajar yang telah mengikuti ajang olimpiade matematika di tingkat global.
“Tim pembimbing terdiri dari enam orang yang memiliki pengalaman serupa di kompetisi internasional. Kami mencoba membagikan pengalaman tersebut agar peserta bisa lebih siap menghadapi tantangan,” katanya.
Jesselyn turut menyampaikan pesan kepada generasi muda agar berani bermimpi dan konsisten berusaha. “Jangan ragu memiliki cita-cita besar. Selama terus belajar dan berlatih dengan sungguh-sungguh, peluang untuk mencapainya akan selalu ada,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....