Desa Canggu, Potret Kampung Pancasila Era Kekinian
- 03 Feb 2026 10:18 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Desa Canggu, di Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur menjadi potret lahirnya Kampung Pancasila pada era kekinian.
Kondisi ini terlihat sejak dulu, seiring besarnya tingkat toleransi antarsesama warga di kawasan tersebut. Mulai dari usia muda hingga lanjut usia, masyarakat di Desa Canggu memiliki semangat besar untuk mengamalkan berbagai nilai luhur Pancasila.
Salah satunya tampak dari sikap gotong-royong yang diterapkan setiap warga, demi membangun desanya agar lebih maju dan berkembang.Kondisi inipun disambut baik dengan Kodim 0809/Kediri yang berkomitmen memperluas konsep Kampung Pancasila, sebagai upaya memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga dapat tercipta hubungan yang lebih harmonis dan damai sehingga penghargaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk mengimplementasikan dalam kehidupan sehari - hari.
Hal tersebut juga selaras dengan digelarnya Lomba Tingkat Nasional Kampung Pancasila Tahun 2025.
Pada Selasa, 3 Februari 2026, Komandan Koramil 11 Pare, Kodim 0709 Kediri, Kapt Arm Bangun Budi Adi, menceritakan, perjalanan Desa Canggu dalam meraih penghargaan tingkat Nasional sebagai Juara Umum Kampung Pancasila dan Juara 1 Kategori Bidang Ketahanan Pangan bukan semudah membalikkan telapak tangan. Sebab ada banyak perjuangan keras yang harus dilalui.
Lika-liku tersebut diawali dengan persiapan di tingkat kecamatan, yang dinilai oleh Koramil masing-masing. Adapun potensi yang dimiliki Desa Canggu, diantaranya di sektor pertanian Budidaya Buah Melon, Selada dan Budidaya Ikan Lele yang mendukung program Swasembada pangan Presiden RI. Keberagaman yang ada di desa tersebut juga termasuk ketahanan pangan yang terintegrasi sehingga memenuhi syarat untuk mendukung program Kampung Pancasila.
Menurut Kapt Arm Bangun, ada 4 item yang harus dinilai dan bisa mencakup seluruh desa tersebut antara lain ketahanan pangan UMKM dan peran karang taruna.
Ia merinci, pada penilaian pembinaan ketahanan pangan maka tim penilai melakukan penilaian pada tersedianya lahan ketahanan pangan desa yang dikelola bersama untuk kesejahteraan masyarakat desa tersebut. Selain itu juga meninjau bagaimana adanya aktivitas masyarakat dalam rangka penyiapan ketahanan pangan desa, serta adanya keterlibatan dari seluruh unsur pemerintahan desa dalam mewujudkan ketahanan pangan desa.
Tak hanya itu, Tim Penilai juga meninjau pula adanya kegiatan dalam rangka membantu masyarakat desa tersebut dengan memanfaatkan hasil program ketahanan pangan, dan apakah desa ini memiliki kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Bahkan, termasuk halnya juga penilaian terhadap menurunnya angka stunting di desa tersebut dengan adanya program ketahanan pangan.
Di sisi lain, penilaian juga diwujudkan dalam hal Pembinaan UMKM. Hal ini mencakup penilaian adanya kemandirian ekonomi masyarakat yang dikelola bersama untuk kesejahteraan masyarakat, apakah desa ini juga memiliki produk lokal yang dikelola oleh masyarakat sebagai ciri khas dari desa tersebut, dan penilaian peran serta dari unsur Pemerintah Desa dalam rangka mengembangkan potensi UMKM setempat. Lalu, tim juga menilai adanya fasilitas kegiatan perekonomian masyarakat desa tersebut termasuk pasar rakyat yang menjual produk lokal, dan melihat apakah ada badan permodalan bagi UMKM yang dikelola bersama dan kesejahteraan masyarakat alias koperasi desa.
Sementara itu, pada bidang pembinaan Wanra, tim penilai meninjau ketersediaan fasilitas dan aktivitas sistem keamanan lingkungan. Penilaian meliputi keberadaan pos kamling atau pos ronda, serta SOP atau protap sistem keamanan lingkungan yang disusun masyarakat setempat.
Tim juga menilai adanya kegiatan sosialisasi dan simulasi penerapan SOP atau protap sistem keamanan lingkungan di wilayah tersebut. Selain itu, dilakukan peninjauan terhadap ketersediaan SOP penanganan bencana di tingkat desa atau kelurahan.
Penilaian mencakup pelaksanaan sosialisasi maupun simulasi penanggulangan bencana berdasarkan SOP atau produk yang telah disusun. Tim turut memastikan terbentuknya tim tanggap darurat yang melibatkan masyarakat dan unsur terkait.
Tak kalah penting, tim menilai partisipasi desa atau kelurahan dalam program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Penilaian mencakup pelaksanaan aksi adaptasi dan mitigasi selama minimal dua tahun, serta keberadaan kelembagaan atau status registrasi yang dimiliki.
Bahkan, Tim Penilai juga meninjau pada Pembinaan Karang Taruna. Aspek ini meliputi adanya organisasi karang taruna yang berada di wilayah tersebut dan Adakah program maupun aktivitas kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh karang taruna di antaranya sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat, sanitasi, pengelolaan sampah terpadu, penghijauan dan pembudidayaan tanaman.
Lalu apakah ada kegiatan pembinaan karang taruna yang dilaksanakan oleh unsur Pemerintah Desa dan instansi lain secara berkala, serta adakah bantuan dari Pemerintah Desa dan masyarakat berupa Beasiswa bagi pemuda pemudi yang berprestasi, serta adanya sarana dan prasarana seperti PAUD Sekolah Taman Baca, gedung pertemuan dan lapangan olahraga yang dapat dimanfaatkan dalam rangka pembinaan generasi muda.
Dari modal itulah, Desa Canggu berhasil menjadi juara 1 tingkat Kodim Kediri dan langsung mengikuti tingkat Korem 082 Citra Panca Yudha Jaya.
Pada tahap perlombaan di Tingkat Korem 082, ajang di sana diikuti oleh jajaran Kodim jajaran Korem 082 ada sebanyak enam Kodim, yang masing-masing Kodim mengikutsertakan dua perwakilan.
"Alhamdulillah Desa Canggu ini berhasil kembali meraih juara 1 tingkat Korem 082 dan kemudian diikutkan untuk penilaian tingkat Kodam. Untuk di level Kodam ini, kami juga menyiapkan dua perwakilan juara 1 guna mengikuti pertandingan di tingkat Kodam V Brawijaya yang terdiri dari empat Korem, yakni Korem 081, Korem 082z Korem 083, dan Korem 084, dan kembali lagi saat itu akhirnya Desa Canggu meraih mendapatkan juara 1 tingkat Kodam V Brawijaya," kata Kapt Arm Bangun.
Diketahui, capaian ini juga memperoleh dukungan besar dari Pemerintah Kabupaten Kediri, seperti dari pihak OPD terkait maupun tokoh masyarakat yang bersama-sama mengharapkan bisa membantu Desa Canggu menjadi juara umum Kampung Pancasila tingkat Nasional.
Sementara itu, menuju kancah Nasional, maka maka penilaian Kampung Pancasila tingkat nasional diresiasi oleh TNI Angkatan Darat bekerja sama dengan Astra Group. Adapun, penilaian dari berbagai aspek ini misalnya ketahanan pangan pembinaan Wanra pembinaan karang taruna dan juga kemandirian desa.
Menanggapi hal itu, Dandim 0809 Kediri, Letkol Inf Ragil Jaka Utama, menyebutkan, rangkaian kegiatan tim penilai Kampung Pancasila tingkat nasional diawali dari gedung convention hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri. Pada kesempatan ini, ditampilkan peran anggota linmas kemandirian terhadap tanggap bencana dan UMKM yang dimiliki oleh desa Canggu.
Salah satu Tim Penilai Kampung Pancasila, Brigjen Edy Rochmatullah, saat meninjau lokasi Simulasi Kampung Pancasila Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, mengemukakan, secara Nasional pada tahun ini ada 45 Kampung Pancasila yang terpilih.
Saat berkeliling di sejumlah stand sebagai perwujudan Pembentukan Kampung Pancasila di Desa Canggu, Kecamatan Badas, di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, pada Kamis (6/11/2025), Brigjen Edy menjelaskan, penilaian Kampung Pancasila ini, dilakukan sebanyak dua tahap. Masing-masing tahapan online dan offline, yang di tiap kategori akan ada pemilihan nama pemenang.
"Masuknya Desa Canggu sebagai salah satu tempat peninjauan, hal ini dikarenakan wilayah tersebut berhasil masuk seleksi dalam Penilaian Kampung Pancasila tingkat Nasional.
Apalagi didukung, keberadaan potensi Desa Canggu yang sangat lengkap di antaranya sektor ketahanan pangan, UMKM, hingga ketersediaan Unit Damkar maupun Linmas, dan ditunjang kekompakan Forkopimda yang hadir di sini, bukti bahwa jalinan komunikasi sangat baik," kata Brigjen Edy.
Dengan berbagai semangat kerakyatan inilah, pada akhir tahun 2025, Kodim 0809/Kediri berhasil membawa Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri meraih juara umum pada ajang Lomba Tingkat Nasional Kampung Pancasila Tahun 2025. Selain itu, desa tersebut juga menyabet predikat Juara 1 Kategori Pembinaan Ketahanan Pangan yang diselenggarakan TNI Angkatan Darat sebagai perwakilan dari Kodam V/Brawijaya.
Penghargaan ini diberikan langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jendral TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc dan diterima langsung oleh Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama, S.Hub. Int., M. H., didampingi Agus Cahyono (Kadis DPMPD Kabupaten Kediri) dan Sertu Kanti (Babinsa Desa Canggu) pada acara Pemberian Penghargaan Lomba Kampung Pancasila tahun 2025 di Aula Jendral Besar A.H. Nasution Markas Besar TNI AD Jakarta, pada hari ini.
Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini.
"Penghargaan ini adalah bukti nyata hasil kerja keras dan sinergi dan soliditas antara Kodam V/Brawijaya, Korem 082/Cpyj, Kodim 0809/Kediri, Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri, Kepolisian serta masyarakat Desa Canggu Kecamatan Badas," kata Dandim 0809/Kediri, Letkol Inf Ragil Jaka Utama.
Secara umum, lanjut Lektol Inf Ragil, keberhasilan luar biasa tersebut adalah milik seluruh masyarakat Kabupaten Kediri, khususnya warga Desa Canggu. Kampung Pancasila Desa Canggu menjadi contoh bagaimana nilai-nilai Pancasila, mulai sikap gotong-royong, toleransi, dan kebersamaan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ke depan, pencapaian predikat Kampung Pancasila Pancasila Tingkat Nasional yang disematkan kepada Desa Canggu, Kabupaten Kediri merupakan apresiasi sangat berharga. Harapannya, hal ini dapat memotivasi berbagai lapisan masyarakat untuk terus menjaga harmoni sosial, memperkuat ketahanan wilayah, dan menjadikan Pancasila sebagai landasan pembangunan bangsa.