​Menyusuri Mitos dan Pesona Patung Macan Putih Kediri

  • 12 Jan 2026 10:19 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Sejak awal tahun 2026, sejumlah masyarakat dari berbagai daerah berdatangan melihat sebuah Patung Macan Putih di Kediri, yang kini viral di jagad maya. Karya seni apik ini merupakan buatan tangan, seorang warga Desa Kuwik, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang akrab disapa Mbah Suwari.

Kisah ini bermula, ketika pria lanjut usia, yang mempunyai hobi membuat patung dan relief itu, mendapat pesanan dari Kepala Desa Balongjeruk. Hal ini diawali oleh permintaan Lurah setempat, tepatnya, ketika Mbah Suwari memperoleh order memproduksi sebuah Patung Macan Putih.

Konon, berdasarkan cerita Mbah Suwari, sosok Macan Putih berkaitan erat dengan mitos asli Desa Balongjeruk, yang memiliki Danyang alias penunggu, seekor Macan Putih. Oleh karena itu, pihaknya rela menghabiskan waktu membuat patung Macan Putih yang dimulai sejak tanggal 2 Desember 2025 sampai akhir Desember 2025.

"Dengan latar belakang itu dan demi mewujudkan pesanan pak Lurah, saya membuat patung Macan Putih. Lalu, karya ini diletakkan di pertigaan jalan desa yang kini ramai dikunjungi wisatawan," kata Mbah Suwari, pembuat Patung Macan Putih, di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Senin (12/1/2026).

Kini, seiring besarnya daya tarik pengunjung terhadap patung Macan Putih, hal ini memberi dampak luas bagi kebangkitan ekonomi warga lokal. Apalagi, jika awalnya di daerah ini sama sekali tidak ada objek wisata, maka Patung Macan Putih ini seolah menjelma menjadi spot wisata pertama di desa tersebut.

"Saya senang, kini Desa Balongjeruk banyak dikunjungi orang, dari anak kecil sampai orang dewasa berdatangan," kata Mbah Suwari.

Pria lanjut usia ini mengatakan, meskipun pada awalnya ia sudah mengerjakan Patung dengan bentuk Macan Putih yang tegas dan berwibawa, tapi kenyataannya setelah karya itu jadi tiba-tiba sosoknya berubah. Akibatnya, sekarang banyak pengunjung yang menyebut Macan Imut, mirip Badak Bercula Satu, mirip Zebra, sedangkan bagi Mbah Suwari justru menyebut mirip Kuda Nil.

Walau ada beragam sebutan bagi patung ini, tapi dengan didukung gencarnya pemberitaan media massa dan informasi warga net di media sosial, keberadaan destinasi wisata itu berhasil menambah pundi-pundi keuangan masyarakat. Hal ini tampak, dari munculnya pelaku usaha baru yang menjual aneka produk, tepat di sekitar kawasan Patung Macan Putih.

Sebut saja, ada penjual souvenir kaos bergambar animasi Patung Macan Putih, bergambar Mbah Suwari, ada pula penjual Balon Macan Putih, hingga penjual makanan minuman. Yang mana, jika dihitung, jumlahnya bisa mencapai puluhan pelaku usaha, dan angka ini meningkat signifikan dibandingkan sebelum pemasangan Patung Macan Putih.

Kemajuan ekonomi warga Desa Balongjeruk ini, pun diperkuat dari pengalaman Sunar Murdianingrum, salah satu penjual kaos bergambar anime Patung Macan Putih, yang membuka lapak di depan patung tersebut. "Sebelum ada patung Macan Putih ini, suasana pertigaan Desa Balongjeruk terbilang sepi, dan hanya ada satu dua penjual makanan. Tapi, sejak patung itu dikenal publik, banyak masyarakat yang datang dari beragam daerah di dalam Kediri hingga luar kota," kata Sunar Murdianingrum.

Sunar menyebutkan, kunjungan masyarakat paling padat terjadi pada libur akhir pekan. Misalnya pada hari Minggu ketika digelar ajang Free Day (CFD), yang diadakan bersamaan dengan Senam Bersama di lokasi Patung Macan Putih, tampak ratusan orang berkumpul dan berebut kesempatan untuk mengabadikan momentum terbaik dengan ponsel maupun kamera profesional.

Di area ini pula, tak jarang, pengunjung berdatangan dengan menggunakan sejumlah kendaraan, ada roda dua, maupun kendaraan roda empat hingga rombongan yang memakai bus. Masih dikatakan Sunar, ketika akhir pekan tiba, maka dalam sehari pihaknya bisa menjual 50 potong kaos, atau lebih besar dibandingkan capaian saat hari biasa sekitar 20 potong kaos.

Terkait inspirasi membuat kaos bergambar anime Patung Macan Putih, karena pihaknya ingin menuangkan kreativitas seni dalam media kaos. Selain itu, pembuatan kaos yang diproduksi dalam berbagai ukuran ini, juga diharapkan bisa menjadi buah tangan bagi pengunjung.

"Kaos ini kami hadirkan karena bingung, apa yang bisa dijadikan oleh-oleh dari adanya Patung Macan Putih. Akhirnya kita pilih kaos, yang bisa digunakan sehari-hari, cocok sebagai souvenir, serta bisa menjadi sarana promosi wisata Desa Balongjeruk pula," kata Sunar.

Respon positif terhadap Patung Macan Putih ditunjukkan oleh Rama, warga Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, saat datang bersama dengan keluarga kecilnya. Rama mengaku, sengaja datang ke lokasi Patung Macan Putih guna mengobati rasa penasarannya dengan sosok patung viral. Apalagi, karya berbentuk hewan bercorak hitam putih laksana Zebra itu juga disenangi oleh anak kesayangannya.

Saat ditanya, bila ada pihak yang ingin membongkar patung Macan Putih, Rama dengan tegas menolak. Sebab, saat ini Desa Balongjeruk di Kediri, sudah bersolek menjadi kawasan wisata yang memiliki magnet tersendiri.

"Kabar viral tentang Patung Macan Putih ini, saya tahu dari media sosial. Ternyata setelah datang ke sini, benar, patung ini unik dan punya pesona sendiri," kata Rama.

Ia berharap, kehadiran Patung Macan Putih itu bisa mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, sehingga perekonomian masyarakat lokal dapat berkembang pesat dan turut menciptakan lapangan pekerjaan baru. Terlebih hingga sekarang, ketokohan Macan Putih yang identik dengan simbol kekuatan dan wibawa yang melekat pada perwajahan Kediri, juga menjadi nama kebanggaan Tim Sepak Bola Persik Kediri, yakni Skuad Macan Putih.

Rekomendasi Berita