Makna Spiritual Lakon Wayang Semar Maneges
- 26 Jul 2025 09:49 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Lakon klasik Semar Maneges dalam dunia pewayangan Jawa tak sekadar menampilkan Semar sebagai punakawan penghibur. Dalam kisah ini, tokoh tersebut muncul sebagai pusat cerita yang sarat nilai spiritual dan filosofi kehidupan.
Dalang asal Kediri, Wawan Andriyono, menjelaskan bahwa Semar Maneges memperlihatkan sisi lain dari sosok Semar, yakni sebagai titisan dewa dari kahyangan yang menjalani perjalanan batin mendalam.
“Semar itu simbol rakyat. Tapi juga simbol keilahian. Jadi dia itu jembatan antara rakyat dan penguasa, antara manusia dan Gusti Allah,” jelas Wawan dalam sesi wawancara bersama RRI di acara pagelaran wayang bersih dusun di Dusun Krenceng, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jumat malam (25/7/2025).
Dalam cerita tersebut, Semar menjalani laku menyepi dan perenungan, kemudian menyampaikan wejangan kepada para raja dan dewa. Pesan yang dibawanya menekankan bahwa kekuasaan dan jabatan tak berarti tanpa keadilan dan laku spiritual.
Lakon ini umumnya dipentaskan dalam momen-momen sakral seperti ruwatan atau peringatan budaya tertentu. Tidak semua dalang mampu membawakannya, karena dibutuhkan pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai filosofi dan spiritual yang terkandung di dalamnya.
Wawan menambahkan, pelestarian cerita seperti Semar Maneges sangat penting, khususnya untuk membangun karakter generasi muda melalui ajaran moral dan nilai kearifan lokal.
“Wayang bukan sekadar tontonan, tapi juga tuntunan. Kita bisa belajar hidup dari cerita-cerita seperti ini,” pungkasnya.
Melalui lakon ini, warisan budaya Jawa menunjukkan kekuatan narasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menuntun manusia dalam memahami kehidupan, kekuasaan, dan hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....