Kisah Janu, Korban Selamat Tertimbun Tanah Longsor
- 22 Mei 2025 23:54 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Janu, korban selamat dari reruntuhan tanah longsor di Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri tak pernah berhenti mengucap syukur.
Saat ditemui RRI, Kamis (22/5/2025), ia mengisahkan, bahwa nyawanya nyaris menjadi taruhan ketika suara gemuruh datang dengan secepat kilat dari belakang kediamannya pada Jumat malam (16/5/2025). Waktu itu, pria dengan postur tinggi tersebut melihat rumah ibunya yang lebih dulu hancur.
Namun tiba-tiba, setelah terdengar suara sangat keras ternyata ia tertimbun tanah longsor dari belakang rumahnya. Kejadian itu memang tak pernah ia duga sebelumnya, sebab tempat tinggal tersebut sudah menjadi bagian dari hidupnya selama 20 tahun lebih.
"Di rumah ini, hanya saya dan satu anak saya tinggal di sini. Sudah 20 tahunan, di rumah ini dan baru sekarang mengalami bencana alam luar biasa yang menghancurkan seisi rumah, sungguh tak disangka-sangka," kata Janu, sembari melihat puing-puing rumahnya yang hancur dari berbagai sudut.
Ia bercerita, dengan peristiwa menyedihkan itu kini barang berharga di rumahnya belum bisa diselamatkan. Mulai dari perabotan, hingga sertifikat dan akta anak kandungnya, semua masih tertimbun tanah longsor.
Menurutnya, kejadian yang dipicu intensitas hujan tinggi tersebut berlangsung sangat cepat. Apalagi pada detik-detik tanah di belakang rumah longsor, ia sempat melihat rumah ibunya rusak lebih dulu.
"Setelah lihat rumah ibu roboh, saya coba membuat jalan air, dengan harapan air bisa mengalir lancar ke bawah. Tapi entah kenapa, kok tiba-tiba tanah itu longsor dan kata tetangga, saya tertimbun tanah serta dalam kondisi tidak sadar," kata Janu.
Bahkan sempat beredar kabar jika saat pencarian korban di Rumah Janu tesebut, salah satu tangan Janu itu melambai ke atas dan terdengar teriakan meminta pertolongan. Dari situlah, akhirnya tetangga dekatnya mengetahui keberadaan korban serta langsung diangkat ke lokasi aman yakni di depan rumahnya.
Selama dievakuasi ini, Janu mengaku, tidak dibawa ke petugas medis ataupun fasilitas layanan kesehatan, seperti rumah sakit. Saat itu, ia hanya memperoleh pertolongan pertama dengan dibopong ke luar rumah, dimandikan, dan diberi minum oleh warga.
"Ya alhamdulilah waktu itu berlangsung sangat singkat, dan sekitar jam 8 malam saya sudah sadar," kata pria berusia 42 tahun itu.
Mengenai renovasi rumahnya, Janu mengemukakan, dari pihak pemerintah daerah setempat memang sudah mendata dan janjinya rumah tersebut akan direnovasi. Akan tetapi, pihaknya belum tahu pasti kapan hal itu terealisasi.
"Untuk itu, sementara waktu saya dan anak saya tinggal di rumah kakak saya. Hingga sekarang kondisi di sana aman, semoga tidak ada kejadian lagi," harapnya.
Diketahui, di Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, ada tiga rumah rusak berat. Masing-masing tempat tinggal Janu, Painem dan Yatinem.
Menanggapi hal ini, Camat Mojo, Moh. Nurul Hasan menyebutkan, untuk perbaikan rumah terdampak longsor maka hal itu sudah dikomunikasikan dengan pihak BPBD, dan Dinas Permukiman Kabupaten Kediri. Bahkan, dari pihak Bupati Kediri yang diwakili oleh Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa juga sudah mampir melakukan peninjauan di beberapa rumah warga yang rusak parah.
"Saat kunjungan tersebut, Mbak Wabup juga menyampaikan pesan Bupati Kediri supaya ketika ada potensi bencana susulan, kami bisa diungsikan di tempat paling aman," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....