Wisata Religi, Mengenal Makam Mbah Buyut Sona Jombang

  • 30 Sep 2024 08:05 WIB
  •  Kediri

KBRN, Jombang: Makam Mbah Buyut Sona Jombang salah satu tempat yang dulunya dikenal angker, namun kini menjadi tempat wisata religi yang banyak didatangi pengunjung. Lokasi makam ini berada di di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

Untuk menuju tempat ini, pengunjung harus melalui jalan yang sedikit menantang karena akses jalan masih berupa tanah. Lokasinya, 25 kilometer dari pusat Kota Jombang dan tepatnya sekitar 500 meter dari jalan arteri Jombang-Lamongan.

Sugeng, salah satu tokoh desa setempat mengakui jika masyarakat sempat menganggap tempat ini angker karena dulu jarang sekali dijamah orang.

“Dulu kondisinya masih penuh dengan hutan. Lokasi makam sendiri berada di lokasi tertinggi. Belum lagi diselimuti pohon rimbun, nuansanya dulu mendukung untuk disebut angker atau keramat,” jelasnya, Senin (30/9/2024).

Namun, Sugeng mengatakan, terlepas dari mitos keangkeran makam, Sugeng mengaku jika pembangunan di lokasi makam masif dilakukan untuk menghidupkan wisata religi.

“Ini saya bangun sedemikian rupa semata-mata untuk memperbaiki makam leluhur. Menghormati pendahulu kita. Apalagi konon katanya Mbah Buyut Sona merupakan tokoh penyebar agama yang sempat bermukim di Kabuh,” ujarnya.

Selain makam Mbah Buyut Sona sendiri, dilokasi tersebut juga terdapat 7 makam lainya. Salah satu yang dikenal tokoh bernama Mbah Joyo.

Di sini memang ada delapan makam, satu yang bawah itu makam Mbah Joyo. Kemudian yang paling atas merupakan Makam Mbah Buyut Sona bersama istrinya bernama Nyi Ayu,” jelas Sugeng.

Dari cerita yang beredar di masyarakat, sosok Mbah Joyo merupakan orang sakti yang pertama kali menempati tempat tersebut. Mbah Joyo memiliki adik bernama Nyi Ayu yang kemudian disunting Mbah Buyut Sona. Sisanya, merupakan makam yang menurut mitosnya abdi dalem Mbah Joyo.

“Dari cerita orang-orang terdahulu, Mbah Joyo adalah orang yang pertama kali menempati tempat ini. Kemudian ia kedatangan Mbah Buyut Sona yang konon katanya berasal dari Kerajaan Champa yang kemudian menikah dengan adiknya,” katanya.

Nama Mbah Buyut Sona sendiri dikisahkan memiliki nama asli Sonan. Namun karena masyarakat sekitar dulunya mayoritas penduduknya adalah orang Madura sehingga pelafalannya berubah menjadi Sona. “Dari kisah yang pernah kita dengan seluk beluk namanya berasal dari hal tersebut,” jelasnya.

Terlepas dari semua cerita itu, Sugeng mengaku bahwa tempat ini mulai menjadi jujugan masyarakat yang ingin wisata religi. Tokoh setempat melarang masyarakat melakukan tindakan diluar ketentuan semestinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....