Inovasi CHROMA FEED-PRO Kembangkan Budidaya Ikan Desa Ngranti
- 02 Agt 2026 22:40 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Dosen dan Mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri mengenalkan inovasi suplemen pakan dan diberi bernama CHROMA FEED-PRO
RRI.CO.ID, Kediri - Dosen dan Mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri mengenalkan inovasi suplemen pakan. Hal itu diberi bernama CHROMA FEED-PRO kepada pembudidaya ikan di Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.
Agenda sosialisasi dan pelatihan tersebut digelar di Balai Desa Ngranti dan diikuti perwakilan pembudidaya ikan lele dan ikan hias dari lima dusun yakni Ngrengit, Blimbing, Ngranti, Miren 1, dan Miren 2.
Kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari Kepala Desa Ngranti Yulianto bersama para kepala dusun. Hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam pengembangan perikanan dan pemberdayaan masyarakat.
"Program ini lahir dari persoalan yang dihadapi pembudidaya yakni ketergantungan penuh terhadap pakan komersial yang menjadi komponen biaya operasional terbesar. Kenaikan harga pakan yang terus terjadi dinilai semakin membebani pembudidaya," kata Perwakilan mahasiswa UB Kediri, Zahra Maulida Darmawati, pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Dari persoalan tersebut, ungkap Zahra, CHROMA FEED-PRO dirancang bukan sebagai pengganti pakan pabrik sepenuhnya, melainkan sebagai alternatif suplemen pakan berbahan lokal yang dapat dibuat sendiri oleh pembudidaya.
Adapun, jelas Zahra, CHROMA FEED-PRO dikembangkan sebagai suplemen pakan berbahan lokal yang mengombinasikan probiotik dan pigmen alami. Kandungan probiotik berperan membantu meningkatkan proses pencernaan dan penyerapan nutrisi pakan, sehingga pertumbuhan ikan lebih efisien dan kebutuhan pakan dapat berkurang.
"Sementara kandungan pigmen alaminya diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kecerahan warna ikan hias, sehingga dapat memperkuat daya tarik serta nilai jual ikan yang dibudidayakan," katanya.
Pada kesempatan ini, materi disampaikan langsung oleh dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan PSDKU UB Kediri antara lain Vika Maulidiyah, S.Pi.,M.Si., Muhammad Dwi Cahya, S.Pi.,M.Pi., dan Anissa Aprilia Nurkhasanah,S.Pi., M.Sc.
Selain menjadi forum transfer ilmu, program ini juga membuka akses komunikasi langsung antara akademisi dan pembudidaya. Forum ini menjadi wadah diskusi dua arah, dimana pembudidaya berbagi pengalaman dan kendala di lapangan, sementara dosen memberikan solusi berbasis keilmuan yang aplikatif.
"Setelah pemaparan materi, mahasiswa mendampingi peserta dalam praktik langsung pembuatan CHROMA FEED-PRO dan pengaplikasiannya pada pakan," ungkap Zahra.
Ia meyakini, bahwa agenda ini menjadi sarana berbagi pengetahuan agar teknologi pakan fermentasi sederhana ini dapat diterapkan secara mandiri oleh pembudidaya di Desa Ngranti.
Arif, salah satu peserta, menilai CHROMA FEED-PRO cukup bagus dan relevan dengan kebutuhannya di lapangan. Suplemen pakan seperti ini penting untuk membantu meningkatkan pemanfaatan nutrisi.
"Hal ini juga mempercepat pertumbuhan ikan karena sebelumnya ia pernah menggunakan probiotik serupa," kata Arif.
Hadir pembudidaya lain, Hariyanto, yang juga menyambut positif. Ia mengatakan, program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs, khususnya poin 2 tentang Zero Hunger atau ketahanan pangan, serta poin 12 tentang Responsible Consumption and Production.
"Keyakinan kami ini karena program ini memanfaatkan bahan alami dan lokal sebagai substitusi bahan sintetis," kata Hariyanto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....