Paskomnas: Kopdes Merah Putih Wajib Jadi Lumbung Kebutuhan Tani
- 22 Jul 2026 13:53 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Direktur Pasar Komoditas Nasional, Soekam Parwadi, kepada RRI, Rabu, 22 Juli 2026, menyebut Koperasi Desa Merah Putih wajib menjadi lumbung kebutuhan tani. Masyarakat pertanian yang hidup mengandalkan lahan sawah harus mendapatkan akses terhadap kebutuhan produksi tani dengan mudah dan murah.
"Koperasi desa merah putih itu harus menjadi solusi bagi petani Indonesia. Kebutuhan tani apa yang dibutuhkan harus disiapkan. Supaya petani kita bisa memperoleh segala hal dengan sangat mudah untuk proses produksi tani mulai dari masa pembibitan, tanam, panen, hingga pengolahan," kata Soekam.
Selain itu, Koperasi Merah Putih juga harus menjadi lumbung pangan segala kebutuhan pokok masyarakat desa. Berbagai bahan pokok seperti beras, cabai, gula, bawang, minyak, telur, dan lainnya dapat tersedia setiap hari dengan stok yang cukup. Kolaborasi perangkat desa, dinas pertanian, dan petani lokal harus menjadi jalan bagi terpenuhinya ketahanan pangan di desa.
"Kalau perlu setiap hari koperasi harus menyediakan kebutuhan pokok beragam. Pola pelaksanaannya dapat dipetakan dari Senin hingga Minggu, operasional koperasi bekerja sama dengan penyetok atau petani untuk memenuhi bahan pangan. Misal Senin, koperasi menjual cabai, selasa tomat, rabu jagung, dan seterusnya. Bergilir bergantian dan terjadwal. Hasil tani ditampung, diberikan akses pasar, dan masyarakat sebagai konsumen dapat mengandalkan koperasi untuk membelinya," ucap Soekam.
Di sisi lain, ia menyayangkan, operasional koperasi desa justru jauh dari tujuan nasional. Dari hasil pengamatan dan penelusuran, ia melihat koperasi desa hanya sebatas menjual produk makanan kemasan jadi layaknya swalayan.
Ia juga tidak menemukan hasil tani atau kebutuhan tani tersedia. Kondisi ini membuatnya semakin miris dengan target pemerintah yang besar atas fungsi koperasi desa, namun realita di lapangan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
"Konsep lumbung tani ini penting di tengah gejolak rupiah saat ini. Kalau koperasi desa tidak berjalan seperti seharusnya, mau diapakan nasib petani-petani dan hasil tanamnya. Tapi ini hanya sebagian hasil penelusuran saya. Saya masih optimis pemerintah mau memperbaiki tata laksana koperasi desa dan membangun koperasi desa yang tangguh bagi masyarakat desa," ujarnya.
Untuk diketahui, pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 35.872 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang akan dirampungkan pada Agustus 2026. Program ini difokuskan sebagai pusat pelayanan ekonomi rakyat dengan menyediakan toko sembako, apotek desa, penyaluran barang subsidi, serta fasilitas logistik seperti cold storage. Dari jumlah tersebut 60 persen, keberadaan koperasi desa Merah putih akma dipusatkan di wilayah pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....