Dolar Menguat, Perajin Tahu di Kediri Kurangi Produksi
- 09 Jun 2026 15:11 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Kenaikan harga kedelai impor mulai dirasakan para perajin tahu di Kampung Tahu, Kelurahan Tinalan, Kota Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Kenaikan harga kedelai impor mulai dirasakan para perajin tahu di Kampung Tahu, Kelurahan Tinalan, Kota Kediri. Dalam dua bulan terakhir, harga Kediri mengalami kenaikan cukup signifikan dari sekitar Rp9.000 menjadi Rp10.800 per kilogram.
Kenaikan harga kedelai tersebut terjadi seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang mencapai Rp18.165 per dolar. Kondisi ini berdampak langsung pada biaya produksi para pelaku usaha tahu yang selama ini bergantung pada bahan baku impor.
Untuk menyiasati lonjakan biaya produksi, para perajin terpaksa menaikkan harga jual tahu sebesar Rp100 per potong, dari sebelumnya Rp2.400 menjadi Rp2.500 per potong. "Kami juga mengurangi jumlah produksi harian agar pengeluaran operasional tetap terkendali," kata seorang perajin tahu di Kampung Tahu, Tri Pramulaksono, di Kota Kediri, Selasa, 9 Juni 2026.
Tri mengatakan, bahwa kondisi saat ini memaksa pelaku usaha melakukan berbagai penyesuaian. Langkah ini, demi mempertahankan usaha yang telah dijalankan selama bertahun-tahun.
Sebelumnya, perajin mampu memproduksi tahu hingga lima kali proses memasak dalam sehari. Namun kini, produksi dikurangi menjadi hanya tiga hingga empat kali memasak setiap hari.
Dalam satu kali proses memasak, ia menggunakan delapan kilogram kedelai, sehingga dapat menghasilkan sekitar 200 potong tahu. "Berkurangnya frekuensi produksi tentu berdampak pada jumlah hasil yang dipasarkan kepada konsumen," kata Tri.
Ia berharap, pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga kedelai, sehingga usaha tahu rakyat dapat terus bertahan di tengah meningkatnya biaya produksi dan ketidakpastian ekonomi. Terpisah, Fuji, seorang penggemar tahu di Kediri, mengemukakan, sangat prihatin dengan kondisi yang serba sulit bagi para pengrajin tahu.
"Apalagi di tengah ekonomi dan penguatan dolar AS, sehingga mereka harus mencari solusi demi menyambung hidup,. Harapannyakonfisi mereka segera membaik," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....