FKBN Dorong Ketahanan Pangan Nasional Lewat Pemberdayaan Perempuan

  • 19 Jun 2025 09:34 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Forum Kader Bela Negara (FKBN) terus menunjukkan perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan memulai gerakan dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga. Melalui berbagai pelatihan gratis yang difokuskan kepada perempuan, FKBN mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan produktif, serta mengolah hasil tani menjadi produk bernilai jual tinggi.

Menurut Dinar Anggry Andina, pengurus UMKM–IKM FKBN, Kabupaten Kediri, program ketahanan pangan ini telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, khususnya kaum perempuan, baik yang berlatar belakang petani maupun bukan.

“Kami berikan pelatihan gratis, mulai dari budidaya tanaman di pekarangan hingga pengolahan hasil tani. Yang paling banyak diminati adalah olahan produk ya karena kebanyakan yang terjun ke lahan kan yang laki-laki, jadi yang ibu-ibu lebih suka mengikuti pelatihan, seperti pelatihan aneka olahan kue, juga pengolahan buah nanas menjadi minuman dan makanan,” ucapnya kepada RRI pada Kamis (19/06/2025).

Salah satu pusat kegiatan pelatihan ini berada di Kelompok Wanita Tani (KWT) Hikmah Tani, Desa Kayunan, Kecamatan Plosoklaten. Di tempat ini, para perempuan dilatih agar mampu berdiri sendiri secara ekonomi dan menjadi pribadi yang produktif. Tidak hanya petani jagung, padi, atau nanas yang ikut, tetapi juga ibu rumah tangga yang bukan petani.

Tak hanya memberikan pelatihan, FKBN bekerja sama dengan berbagai dinas di Kabupaten Kediri, termasuk Dinas Pertanian dan Perkebunan, Kabupaten Kediri, yang telah memfasilitasi bangsal pascapanen hortikultura. Fasilitas ini memungkinkan petani untuk tidak menjual hasil panen secara langsung, melainkan mengolahnya lebih lanjut agar memiliki nilai tambah secara ekonomi.

Program ini juga mendapat dukungan dari Dinas Penanaman Modal dan Dinas Koperasi, melalui pelatihan berkelanjutan dan pendampingan legalitas usaha. Para peserta dibantu dalam pengurusan PIRT (Produksi Industri Rumah Tangga), NIB (Nomor Induk Berusaha), hingga pemasaran produk. Bahkan, tersedia gerai outlet untuk menjual hasil olahan mereka ke pasar yang lebih luas.

“Untuk bulan ini dilakukan pembuatan QRIS secara gratis sebagai upaya memperluas akses pembayaran digital dan meningkatkan daya saing produk lokal. Jadi nanti yang mau ikut bisa juga gabung sekalian ada selamatan menyambut bulan suro” katanya. “Setiap bulan ada sekitar 50 hingga 55 perempuan yang aktif tergabung dalam KWT Hikmah Tani. Kami juga membuka pelatihan untuk desa lain di Kabupaten Kediri. Setiap hari, Senin hingga Minggu, pelatihan tetap berjalan dalam skala grup kecil."

Langkah nyata ini membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan berbasis pertanian bukan hanya memperkuat ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi strategi jitu dalam membangun ketahanan pangan nasional dari hulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....