Pengrajin Batik Kediri Terdampak Kebijakan Efisiensi Anggaran
- 06 Mei 2025 22:21 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Pengrajin batik di Desa Jajar, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri mengaku terdampak kebijakan pemerintah tentang efisiensi anggaran. "Efisiensi anggaran ini mempengaruhi penjualan batik kami. Sewaktu menawarkan ke sejumlah dinas di Kabupaten Kediri, mereka mengaku anggaran belanja untuk seragam batik berkurang, tidak seperti tahun sebelumnya," kata Pengrajin Batik Kediri dengan Brand Lochatara, Sih Panganti, di Kabupaten Kediri, Selasa (6/5/2025).
Walau demikian, ia tidak tinggal diam dan terus memutar otak agar penjualan batiknya tidak menurun drastis. Salah satunya dengan mencoba ekspansi pasar ke para guru atau tenaga pengajar.
"Alhamdulillah, untuk guru-guru di berbagai sekolah masih berkenan memakai batik sebagai seragam mereka. Bahkan termasuk instansi swasta, yang juga mempercayakan baju batik karyawannya ke kami," kata Sih Panganti.
Terkait produksi, Sih menambahkan, hal tersebut dilakukan setiap hari di belakang rumahnya, dengan dibantu sejumlah karyawan. Adapun teknik membatik yang dipakai sejak tahun 2015 merupakan batik cap dan batik tulis, yang dinilainya mempunyai motif indah.
"Untuk motif batik yang paling laris, sampai sekarang seperti Gringsing, Lidah Api, dan Wayang Panji. Kalau untuk konsumen, selain dari dalam Kota Kediri, juga luar daerah dan batik kami ini pernah dibeli orang Hong Kong serta Jepang," katanya.
Sementara itu, Yeni Cristina, pembeli batik Lochatara Kediri asal Kertosono, Nganjuk mengatakan, sudah bertahun-tahun datang ke gerai tersebut untuk mengoleksi produk batik terbaru. Sebab, ia melihat ada banyak motif batik yang bagus dan pewarnaannya sesuai seleranya.
"Saya suka batik yang warnanya terang (ngejreng) dan itu ada di sini. Alhamdulilah kalau dari segi harga terjangkau, sehingga sejumlah baju batik untuk seragam karyawan saya juga beli di sini," kata Yeni.
Lebih lanjut, usaha batik yang dibuka Sih Panganti bersama Sang Suami, bernama Hery Setiawan didirikan sejak tahun 2015. Sampai sekarang, telah memproduksi ratusan motif batik setiap bulan, dan menghasilkan omzet puluhan juta rupiah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....