Nanang Segetih Ubah Limbah Bekas Jadi Lukisan Bernilai

  • 13 Feb 2025 17:15 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Nanang Sigit Purnomo alias Nanang Segetih, warga di Desa Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri memanfaatkan limbah kayu bekas menjadi lukisan bernilai seni tinggi.

Hal ini tampak saat Nanang menunjukkan sejumlah hasil karya di galerinya, bernama De Waya Cungkil Art, pada Kamis (13/2025).

Nanang menjelaskan, kerajinan lukisan kayu ini dimulainya pada tahun 2020. Saat itu, ia melihat ada banyak limbah kayu bekas di rumah, yang kemudian diolah menjadi produk bernilai seni dan ekonomis tinggi.

"Hingga sekarang sudah banyak koleksi lukisan yang dihasilkan. Dari jumlah tersebut, lukisan kayu yang paling banyak dibuat adalah gambar tokoh ulama," kata Nanang Segetih.

Pria berpenampilan sederhana ini mencontohkan, lukisan yang digambarkan seperti sosok pendiri NU, KH Hasyim Asyari yang dipahatnya sebagai pengalaman pertama kali tatkala melukis di bahan kayu.

Selain itu, imbuhnya, juga melukis wajah gambar Tokoh Nasional, Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Kemudian, juga gambar Presiden RI Pertama Soekarno, dan Bob Marley, serta dewa dewi.

"Permintaan lukisan kayu ini memang banyak," katanya.

Bahkan, Nanang mengaku, pernah diminta konsumen membuat sosok Nyai Roro Kidul. Tapi hal itu ditolaknya, karena dengan banyak pertimbangan, kecuali kalau ada pesanan gambar kiai itu berbeda.

"Jika diminta gambar kiai, saya mau. Sebab ketika produksi di hati ini perasaannya lebih tenang, meskipun saya bukan muslim, tapi itu terasa. Saya juga pernah gambar Sunan Ampel, dan itu ada peristiwa spiritual yang tidak terlupakan di hidup saya, dan itu membawa berkah tersendiri," ujarnya.

Sebelumnya, Ning Emma, perwakilan keluarga besar Gus Dur dari Ponpes Tebuireng Jombang, mengatakan, selama ini banyak masyarakat yang mengidolakan pemikiran Gus Dur, sehingga wajar kalau ada penggemar yang membuat kerajinan tangan berwajah Gus Dur.

"Saat Haul Gus Dur ke-15 di Kediri, saya dapat titipan kado dari Mas Nanang Segetih ini. Pemberiannya sangat berharga, yakni potret Gus Dur yang tertuang dalam lukisan kayu dan itu saya sampaikan ke pihak keluarga Bu Sinta dan Inayah Wahid," kata Ning Emma.

Sementara itu, terkait dengan hubungan Ning Emma dengan Gus Dur, ia adalah cicit Khoiriyah Mbah Hasyim Asyari, yang notabene eyang dari Ning Emma adalah sepupu dari Gus Dur.

Lebih lanjut, dalam membuat karya lukisan perwajahan Gus Dur dengan Inayah, yang berukuran 50 cm x 45 cm, Nanang membutuhkan waktu berbulan-bulan. Lalu untuk karya berwajah Gus Dur dituangkan dalam lukisan kayu, berukuran 80 cm x 60 cm.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....