Inflasi Kota Kediri Terkendali pada Mei 2026

  • 03 Jun 2026 21:47 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Inflasi Kota Kediri pada bulan Mei 2026 terealisasi pada posisi terkendali di angka 0,35 persen

RRI.CO.ID, Kediri - Inflasi Kota Kediri pada bulan Mei 2026 terealisasi pada posisi terkendali di angka 0,35 persen. Dalam keterangan, Rabu, 3 Juni 2026, Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono menyatakan, hasil pemantauan inflasi Kota Kediri tersebut disampaikan melalui Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) yang digelar secara daring pada Selasa, 2 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Emil Wahyudiono merinci, pada Bulan Mei 2026, Kota Kediri mengalami inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 0,35 persen, sedangkan inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 3,27 persen. Berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar.

Pada inflasi bulanan, kelompok ini memberikan andil sebesar 0,17 persen, sedangkan pada inflasi tahunan memberikan andil sebesar 1,33 persen.

"Kami mengamati beberapa peristiwa yang menjadi catatan selama Bulan Mei 2026 yang berpengaruh terhadap kenaikan harga komoditas. Hal ini di antaranya perkembangan harga BBM non-subsidi yang mengalami kenaikan. Penyesuaian harga BBM tersebut berpengaruh terhadap tarif angkutan udara imbas dari kenaikan harga avtur," kata Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono.

Ia mencontohkan, pada komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang putih, mengalami penurunan harga disebabkan persediaan yang cukup melimpah.

"Namun sebaliknya, bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit mengalami kenaikan harga," katanya.

Emil menyebutkan, sama seperti bulan sebelumnya, harga emas perhiasan masih konsisten mengalami penurunan akibat dampak dari kondisi perekonomian global dan konflik geopolitik.

"Tapi, pada barang elektronik yakni laptop/notebook dan telepon seluler terjadi kenaikan harga imbas dari naiknya harga komponen serta mahalnya harga bahan baku plastik," ungkapnya.

Emil menambahkan, komoditas penyumbang inflasi bulanan di Kota Kediri pada bulan kelima, antara lain cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,13 persen, rekreasi sebesar 0,08 persen; cabai merah sebesar 0,06 persen.

Ada pula, komoditas sawi hijau sebesar 0,05 persen; angkutan udara sebesar 0,04 persen; kue kering berminyak, telepon seluler, laptop/notebook, bawang merah sebesar 0,03 persen; minyak goreng, kacang panjang, bensin sebesar 0,02 persen; terong, mobil, alpukat, sepeda motor, solar, kue basah, ikan Gurame sebesar 0,01 persen.

"Ada juga komoditas yang justru menjadi penghambat inflasi, antara lain: emas perhiasan andil inflasi -0,10 persen; daging ayam ras sebesar -0,04 persen; telur ayam ras sebesar -0,03 persen; kelapa, semangka, bawang putih sebesar -0,02 persen; nugget, ikan nila, dan jagung manis masing-masing sebesar -0,01 persen," kata Emil.

Ia menguraikan, beberapa hal yang perlu diwaspadai terjadi pada Bulan Juni 2026, antara lain ketersediaan stok dan distribusi pada komoditas bahan pangan. Seperti beras, telur ayam ras, daging ayam ras akibat pengaruh cuaca dan permintaan selama bulan tersebut.

Sementara itu, lanjutnya, penyesuaian tarif BBM non subsidi masih akan berlangsung, efek domino dari kenaikan drastis BBM pada Bulan Mei diperkirakan masih akan terasa hingga Bulan Juni. Harga tarif angkutan udara juga diprediksi masih berada di posisi atas imbas naiknya harga bahan bakar pesawat.

Akan tetapi, Emil mengemukakan, dengan emas yang diprediksi masih mengalami penurunan sebagai dampak dari konflik geopolitik yang masih terjadi. Pada bidang teknologi perlu diwaspadai terjadinya kelangkaan global RAM dan SSD, kendala pasokan CPU dari Intel dan AMD, kenaikan biaya komponen AI, serta kenaikan harga bahan baku ponsel sejak April masih akan terasa dampaknya di Bulan Juni.

Menyikapi hal tersebut, , Emil mengimbau kepada masyarakat agar tidak panic buying dan tetap berbelanja secara bijak.

Terpisah, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan menjabat Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Bambang Tri Lasmono, mencatatkan, bahwa Inflasi di bulan Mei salah satu pemicunya karena ada momentum long weekend serta Perayaan Hari Idul Adha sehingga kebutuhan untuk konsumsi makanan masyarakat melonjak.

"Untuk antisipasi kenaikan harga komoditas pangan, pada tanggal 25 Mei 2026 Pemerintah Kota Kediri melakukan Gerakan Pangan Murah yang dilakukan di halaman Kantor Kecamatan Mojoroto," kata Bambang.

Masih dikatakan Bambang, langkah ini diambil oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri guna menstabilkan beberapa komoditas bahan pokok yang sempat ada lonjakan harga dipasaran sehingga tidak terjadi inflasi yang signifikan.

Selain itu untuk bulan Juni, ada beberapa komoditas yang juga harus diwaspadai akan terjadi inflasi, yakni bawang merah, cabai rawit, sayur, dan buah dikarenakan adanya peningkatan permintaan sedangkan produksi dipengaruhi cuaca dan akomodasi transportasi.

"Untuk menyikapi hal tersebut diharapkan masyarakat dapat mengatur kebutuhan sehari-harinya secara bijak sehingga tidak menimbulkan gejolak. Pemerintah Kota Kediri terus berusaha guna menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok agar tidak terjadi inflasi," kata Bambang.

Bambang berpesan, agar masyarakat tidak belanja berlebihan dikarenakan Pemerintah juga terus berusaha menjaga ketersediaan pasokan seluruh komoditas. Pemda setempat turut menjaga kestabilan harga di berbagai sektor agar roda perekonomian di Kota Kediri tetap berjalan dengan baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....