Edukasi Investasi Saham
- 21 Jun 2025 05:31 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Minat masyarakat terhadap investasi saham kian meningkat, seiring dengan semakin terbukanya akses informasi dan kemudahan dalam bertransaksi. Namun, bagi pemula, memahami perbedaan antara investasi dan trading saham menjadi langkah penting sebelum terjun ke pasar modal.
Ida Subaida, seorang investor sekaligus trader saham berpengalaman, menekankan pentingnya edukasi sebelum memulai. Ia menjelaskan bahwa ada perbedaan mendasar antara investor dan trader saham.
“Investor itu tujuannya jangka panjang. Mereka membeli saham untuk disimpan dalam waktu lama, bisa bertahun-tahun. Sementara trader fokus pada jangka pendek, bisa harian, mingguan, atau bulanan, tergantung strategi masing-masing,” ujar Ida saat diwawancarai pada mozaik Indonesia di RRI Kediri, Jum’at, (20/6/2025).
Menurut Ida, baik menjadi investor maupun trader, harus memahami latar belakang dan kondisi perusahaan yang ingin dibeli sahamnya. “Jangan beli kucing dalam karung. Ketahui dulu perusahaannya, kondisi keuangannya, dan tren industrinya. Itu penting agar tidak salah langkah.”
Pasar saham di Indonesia sendiri terbuka dan mudah diakses oleh siapa saja melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI menyediakan data yang transparan dan gratis, termasuk ringkasan indeks dan sektor-sektor seperti perbankan, barang konsumsi, hingga telekomunikasi.
“di BEI itu sekarang ada lebih dari 900 saham, harganya juga bervariasi, ada yang puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Jadi, tidak harus mahal untuk mulai. Bahkan belinya pun semudah check out barang di e-commerce,” ucapnya.
Ida juga mengingatkan agar masyarakat menggunakan “uang dingin” untuk investasi saham, yaitu dana yang tidak akan digunakan dalam waktu dekat. “Jangan sampai pakai dana kebutuhan pokok. Sisihkan sebagian dana, gunakan untuk investasi. Lakukan analisis dan siapkan juga psikologi, karena pasar saham itu dinamis,” katanya.
Ida menambahkan, kondisi keuangan yang stabil dan mandiri adalah impian banyak orang. “Dengan edukasi yang cukup, siapa pun bisa mulai berinvestasi. Tidak perlu takut, asal tahu caranya dan tahu tujuannya,” ujar Ida.