Optimalkan Sistem Lost and Found, KAI Selamatkan 657 Barang Penumpang

  • 23 Agt 2026 21:18 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Sistem Lost and Found milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali membuktikan komitmennya menjaga keamanan barang penumpang
  • Penumpang yang barangnya tertinggal, bisa melapor melalui Petugas Stasiun Customer Service atau Polsuska di stasiun terdekat
  • Mereka juga dapat Contact Center 121 atau WhatsApp 08111-2111-121, serta Media Sosial DM ke @KAI121

RRI.CO.ID, Kediri - Sistem Lost and Found milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali membuktikan komitmennya menjaga keamanan barang penumpang. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, tercatat 657 barang temuan berhasil diamankan dengan estimasi nilai mencapai Rp469.142.000.

Pada Minggu, 23 Agustus 2026, Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari merinci, dari total temuan tersebut terdiri dari 153 makanan, 472 barang biasa, dan 132 barang berharga.

Menurutnya, sebanyak 320 barang atau 48,71 persen sudah dikembalikan ke pemiliknya. Sementara 337 barang lainnya masih tersimpan di pos Lost and Found menunggu untuk diambil.

"Sistem Lost and Found menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap keamanan dan kenyamanan pelanggan. Kami berhasil mengembalikan barang-barang berharga senilai puluhan hingga jutaan rupiah yang tertinggal," ujar Tohari.

Mengenai isi temuan barang, jelas Tohari, ada berbagai jenis. Misalnya berupa, tas, helm, jaket, topi, hingga barang berharga seperti dompet, HP, laptop, perhiasan, dan tas berisi uang tunai jutaan rupiah.

"Setiap barang yang ditemukan langsung diinput ke sistem basis data internal KAI. Hal ini memudahkan verifikasi saat ada laporan kehilangan dari pelanggan," katanya.

Ia mengimbau, penumpang untuk selalu mengecek barang bawaan sebelum turun. Namun jika terlanjur tertinggal, bisa melapor melalui Petugas Stasiun Customer Service atau Polsuska di stasiun terdekat. Lalu, Contact Center 121 atau WhatsApp 08111-2111-121, serta Media Sosial DM ke @KAI121.

"Kami pastikan setiap barang yang tertinggal akan kami amankan dengan baik melalui sistem pendataan yang transparan. Kepercayaan dan keamanan pelanggan adalah prioritas utama kami," kata Tohari.

Keberadaan sistem ini mendapat apresiasi dari masyarakat Kota Kediri, Sandra. Ia mengaku, sistem yang diterapkan KAI sangat membantu masyarakat untuk kembali bukan barangnya ya ketinggalan Selama perjalanan di kereta api.

"Adanya sistem digital membuat proses pelacakan jadi lebih cepat dan transparan. Jadi kita sebagai penumpang merasa lebih aman naik kereta," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....