Tumbuh Double Digit, Indosat Pacu Transformasi AI dan Perkuat Ekosistem Digital

  • 28 Jul 2026 20:59 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) mencatatkan pertumbuhan double digit pada semester I 2026
  • Transformasi berbasis Artificial Intelligence (AI) menjadi motor utama penguatan bisnis sekaligus fondasi pertumbuhan digital Indonesia ke depan

RRI.CO.ID, Kediri - PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) mencatatkan pertumbuhan double digit pada semester I 2026.

Transformasi berbasis Artificial Intelligence (AI) menjadi motor utama penguatan bisnis sekaligus fondasi pertumbuhan digital Indonesia ke depan.

Sepanjang enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, Indosat membukukan pendapatan Rp30,7 triliun, tumbuh 13,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (Year on Year/YoY).

Pertumbuhan yang lebih agresif dicatatkan pada EBITDA yang naik 14 persen YoY menjadi Rp14,6 triliun, dengan margin EBITDA yang sehat di level 47,6 persen.

Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk yang dinormalisasi juga melesat 49,2 persen YoY menjadi Rp3,2 triliun. Capaian ini ditopang pertumbuhan bisnis berkelanjutan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta efisiensi operasional.

Pada Selasa, 28 Juli 2026, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyatakan, pertumbuhan double digit menjadi bukti strategi AI North Star berjalan efektif.

"AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI," kata Vikram.

Menurut Vikram, capaian tersebut memperkuat keyakinan perseroan untuk mengakselerasi fase transformasi selanjutnya, dengan memperkuat kapabilitas sebagai mesin pertumbuhan masa depan sekaligus membangun ekosistem AI di Indonesia.

"Dari sisi operasional, integrasi AI semakin terasa dalam pengalaman digital pelanggan. Fitur seperti Anti-Spam dan Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, serta Adobe Express menghadirkan layanan yang lebih produktif, kreatif, dan aman," katanya.

Ia menyebutkan, sebagai dampaknya, trafik data tumbuh 19,9 persen YoY dan Average Revenue Per User (ARPU) naik 17,3 persen YoY menjadi Rp46 ribu. Basis pelanggan seluler tetap kuat di angka 93,4 juta pelanggan.

"Untuk menopang pertumbuhan jangka panjang, kami mempercepat investasi strategis. Salah satunya pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group melalui pengalihan pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer infrastruktur serat optik nasional," ungkapnya.

Langkah asset-light tersebut, imbuhnya, memberikan fleksibilitas finansial dengan nilai sekitar Rp11,7 triliun, yang dialokasikan untuk peluang pertumbuhan bernilai tinggi.

"Bisnis AI Cloud juga menunjukkan akselerasi signifikan. Sepanjang semester I 2026, AI Cloud membukukan pendapatan US$33 juta, melampaui total pendapatan sepanjang 2025 yang sebesar US$28 juta," ujarnya.

Seiring pengembangan platform AI, Indosat juga memperkuat konektivitas dengan tambahan spektrum 80 MHz di pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, untuk meningkatkan kapasitas jaringan dan kualitas layanan Indosat5G, termasuk Fixed Wireless Access (FWA).

"Komitmen terhadap keberlanjutan juga diperkuat,"ucapnya.

Selain itu, kata Vikram, optimalisasi jaringan berbasis AI dan pengelolaan energi cerdas berhasil menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 50,89 persen, serta mengantarkan Indosat masuk dalam tiga Indeks ESG KEHATI periode Juni-November 2026

Sementara itu, Fahd Yudhanegoro - EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison mengemukakan, sejalan dengan misi perusahaan untuk memberdayakan masyarakat melalui konektivitas, Indosat Region Jawa Timur mencatatkan peningkatan pemanfaatan layanan data sebesar 9,6 persen YoY pada paruh pertama 2026.

"Hingga akhir kuartal II 2026, wilayah ini melayani lebih dari 14 juta pelanggan, menjadikannya basis pengguna Indosat terbesar kedua di Indonesia," kata Fahd.

Lebih lanjut, Fahd menyebutkan, hasil positif ini merupakan buah manis dari ekspansi inklusi digital melalui program 'Desa Terkoneksi'. Dengan pendekatan turun langsung ke 230 desa di Jawa Timur, serta didukung keandalan hampir 25.000 BTS 4G dan 650 BTS 5G, Indosat membuka akses edukasi digital secara masif.

"Langkah kolaboratif dengan pelaku usaha setempat ini terbukti berhasil menjadi mesin pertumbuhan baru sekaligus penggerak produktivitas warga rural secara berkelanjutan," kata Fahd mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....