Gelar RUPST, Garuda Indonesia Catat Angkut 5,42 Juta Penumpang Januari-Maret 2026
- 13 Mei 2026 21:19 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Garuda Indonesia (Persero) Tbk (“Perseroan”) mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional dan perbaikan kinerja keuangan pada Kuartal I 2026
- Agenda RUPST ini dihadiri/diwakili oleh pemegang 384.278.471.558 lembar saham atau 94,39 persen dari keseluruhan pemegang saham Garuda Indonesia
RRI.CO.ID, Kediri - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (“Perseroan”) mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional dan perbaikan kinerja keuangan pada Kuartal I 2026.
Kondisi ini seiring dengan penguatan trafik penumpang dan peningkatan kapasitas produksi penerbangan di seluruh lini operasional Perseroan.
Sepanjang periode Januari-Maret 2026, Garuda Indonesia Group berhasil mengangkut sebanyak 5,42 juta penumpang, tumbuh 6,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,08 juta penumpang.
"Adapun pertumbuhan trafik tersebut turut ditopang oleh peningkatan frekuensi penerbangan sebesar 5,87 persen menjadi 19.337 penerbangan dibandingkan 18.265 penerbangan pada Kuartal I 2025," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, dalam keterangannya, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, pertumbuhan trafik tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan usaha konsolidasian Perseroan sebesar 5,36 persen menjadi US$762,35 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$723,56 juta. Pendapatan penerbangan berjadwal (scheduled flight) menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan sebesar 7,36 persen menjadi US$648,10 juta dibandingkan US$603,69 juta pada Kuartal I 2025.
"Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan, Perseroan juga berhasil menekan rugi bersih hingga sekitar 45,2 persen menjadi US$41,62 juta dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$75,93 juta," kata Glenny.
Glenny mengatakan, bahwa capaian kinerja pada Kuartal I 2026 tersebut menjadi sinyal positif terhadap konsistensi proses penguatan fundamental operasional dan bisnis yang saat ini terus dijalankan Perseroan secara bertahap.
"Pertumbuhan trafik penumpang, peningkatan kapasitas penerbangan, serta perbaikan kinerja keuangan pada Kuartal I 2026 menunjukkan bahwa langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan progres positif secara bertahap," katanya
Tak hanya itu, imbuh Glenny, fokus perusahaan saat ini tetap diarahkan untuk menjaga operational discipline, memperkuat service reliability, serta memastikan pertumbuhan bisnis berjalan lebih sehat dan sustainable.
Lebih lanjut, Garuda Indonesia Group juga mencatatkan perbaikan tingkat ketepatan waktu penerbangan (on time performance/OTP) menjadi 91,01 persen pada Kuartal I 2026 dibandingkan 87,93 persen persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional armada, hingga akhir Kuartal I 2026 Perseroan berhasil mengoperasikan hingga 102 armada serviceable sebagai bagian dari akselerasi program return-to-service (RTS) aircraft yang saat ini terus dijalankan secara bertahap guna mendukung kebutuhan kapasitas penerbangan.
Pada periode tersebut, rinci Glenny, Garuda Indonesia mengangkut sebanyak 2,47 juta penumpang, sementara Citilink mengangkut sebanyak 2,94 juta penumpang. Fokus utama Perseroan saat ini tetap diarahkan pada penguatan fundamental bisnis melalui peningkatan operational excellence, cost discipline, penguatan service reliability, optimalisasi jaringan penerbangan, serta transformasi layanan dan digitalisasi operasional secara berkelanjutan.
"Transformasi yang dijalankan saat ini merupakan proses rebuilding fundamentals yang dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan Garuda Indonesia Group dapat tumbuh dengan fondasi bisnis yang lebih sehat, agile, dan sustainable dalam jangka panjang," ungkapnya.
Ia meyakini, dengan susunan Manajemen baru ini diharapkan akan mendukung langkah akselerasi Perseroan untuk menuju fase turnaround yang semakin solid. Langkah ini menjadikan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang berdaya saing dan membawa kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara.
Pada momentum sama, juga digelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Garuda Indonesia Perkuat Fokus Transformasi.
Sementara itu, Perseroan pada Rabu, 13 Mei 2026 melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 (Rapat), bertempat di Gedung Manajemen Garuda, dengan dihadiri/diwakili oleh pemegang 384.278.471.558 lembar saham atau 94,39 persen dari keseluruhan pemegang saham Garuda Indonesia.
Lebih lanjut, RUPST kali ini membahas sejumlah mata acara terkait kinerja perseroan pada tahun buku 2025. Agenda tersebut meliputi Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025, termasuk Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK).
Selain itu, RUPST juga membahas penetapan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Laporan Keuangan Program PUMK Tahun Buku 2026.
Agenda lainnya mencakup pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2026-2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027 beserta perubahannya, laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum, hingga perubahan pengurus perseroan.
Pada agenda Perubahan Pengurus Perseroan, RUPST resmi menyetujui pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service, dan Sugito Anjasmoro sebagai Komisaris. Selain itu pada kesempatan ini Perseroan turut memberhentikan dengan hormat Eksitarino Irianto (Direktur Human Capital & Corporate Service) dan Frans Dicky Tamara (Komisaris) yang menjabat sejak 15 Oktober 2025 lalu.
Dengan demikian, berikut adalah susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sesuai keputusan RUPST tanggal 13 Mei 2026 adalah sebagai berikut:
Susunan Dewan Komisaris
Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
Komisaris Independen: Mawardi Yahya
Komisaris: Chairal Tanjung
Komisaris: Sugito Anjasmoro
Susunan Direksi
Direktur Utama: Glenny Kairupan
Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
Direktur Teknik: Mukhtaris
Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....