​Inovasi Teknologi, PT SDI Hadirkan Internet Harga Terjangkau

  • 01 Feb 2026 18:29 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - PT Sumber Data Indonesia melalui brand Zetta berkomitmen terus melakukan inovasi teknologi. Salah satunya menghadirkan jaringan internet dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

"Kami secara resmi telah mengantongi lisensi Network Access Provider (NAP). Momentum besar ini dirayakan dalam perhelatan Zetta Elevation Night bertajuk 'Harmoni Malam Nusantara" yang digelar di Grand Surya Hotel, Sabtu malam, 31 Januari 2026," kata CEO PT Sumber Data Indonesia, Andi Santoso dalam keterangannya, Minggu, 1 Februari 2026.

Andi menjelaskan, agenda tersebut dihadiri sekitar 250 tamu undangan tersebut. Mereka meliputi dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, mitra strategis hingga pelaku bisnis UMKM.

"Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian komitmen Zetta dalam memperluas konektivitas digital di Jawa Timur," katanya.

Bahkan, tambah Andi, sebagai bentuk syukur atas izin baru itu, pada waktu yang sama, Zetta juga meluncurkan gebrakan produk retail yang sangat kompetitif. Yakni paket internet 50 Mbps dengan harga hanya Rp100.000.

"Langkah ini karena sekarang, internet sudah menjadi kebutuhan pokok atau setara dengan nasi. Harapan saya, tidak ada lagi disparitas harga antara kota dan desa," katanya.

Di sisi lain, Andi mengemukakan, bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global tahun 2026, kreativitas dan adaptasi teknologi adalah kunci. "Kami ingin memberikan layanan kualitas prima dengan harga yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat," katanya.

Selain produk retail, lanjut Andi, Zetta juga memperkenalkan paket Dedicated Internet 1 Gbps seharga Rp5 juta, yang ditujukan untuk mendukung daya saing mitra ISP dan pelaku bisnis di market global. "Salah satu sorotan utama dalam acara tersebut adalah peluncuran Zetta Zone, sebuah program CSR dan pemberdayaan ekonomi lokal," katanya.

Ia meyakini, melalui program ini, Zetta memberikan fasilitas internet gratis, mesin POS, dan aplikasi kasir secara cuma-cuma kepada UMKM. "Kami memulai uji coba di Kediri dengan 10 kafe, dan targetnya akan menjangkau 400 UMKM di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri," katanya.

Apalagi, imbuh Andi, syarat mengikuti program itu sederhana. Tepatnya, minimal ada 100 pengunjung per hari di kafe atau restoran tersebut. "Kami ingin membantu ekonomi masyarakat tumbuh melalui teknologi," katanya.

Diketahui, pada acara tersebut juga diadakan pemberian penghargaan kepada mitra setia.

Rekomendasi Berita