​FKBN Kediri Raya Distribusi CSR Lobster ke Ponpes

  • 31 Jan 2026 18:50 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Untuk mendukung kemandirian ekonomi berbasis pesantren, FKBN Kediri Raya mendistribusikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) ke Ponpes Salafiyah.

"Penyaluran bantuan CSR ini berupa paket budidaya lobster air tawar," kata Kepala Forum Kader Bela Negara (FKBN) Kediri Raya, Akhir Kristiono, saat penyaluran CSR Budidaya Lobster Air Tawar di Ponpes Salafiyah, di Kediri, Sabtu, 31 Januari 2026.

Pada agenda yang berlangsung di Pondok Pesantren Salafiyah, Bandar Kidul, Kota Kediri, Akhir Kristiono menyatakan, bahwa inisiatif ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan.

"Pemilihan komoditas lobster air tawar didasarkan pada nilai ekonomisnya yang tinggi dan teknik perawatannya yang dapat dipelajari dengan mudah. Kami akan memberikan edukasi teknik budidaya yang baik dan benar agar menghasilkan nilai ekonomi yang menjanjikan bagi para santri," katanya.

Akhir berharap, program ini bisa menjadi pilot project yang memberikan manfaat bagi santri di seluruh Indonesia.

Diketahui, program ini terlaksana atas kolaborasi dengan PT BA Sampoerna. Direktur Utama, Johan Antonius, memberikan, apresiasinya kepada FKBN Kediri Raya yang telah memfasilitasi penyaluran CSR tersebut ke lembaga pendidikan agama.

"Kami percaya bantuan ini menjadi berkah bagi perusahaan dan masyarakat. Pondok Pesantren Salafiyah diharapkan menjadi percontohan budidaya lobster yang bisa dikembangkan secara masif," ujarnya.

Johan berkomitmen, untuk terus memberikan bimbingan teknis agar ekonomi masyarakat.

"Khususnya di lingkungan pesantren, dapat meningkat secara signifikan," ungkapnya.

Di tempat sama, Gus Ab selaku pengasuh Ponpes Salafiyah menyambut baik program ini. Menurutnya, pembekalan keterampilan (soft skill) di bidang perikanan ini sangat penting sebagai bekal santri ketika terjun ke masyarakat nantinya.

"Dengan adanya bimbingan berkelanjutan dari pihak FKBN Kediri Raya dan PT BA Sampoerna, budidaya ini diproyeksikan tidak hanya menjadi penyokong pangan lokal, tetapi juga menjadi unit usaha mandiri yang produktif bagi pondok pesantren hingga masyarakat luas," katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita