DPRD Dorong Industri Ramah Lingkungan Kembangkan Ekonomi

  • 10 Okt 2025 17:05 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: DPRD Kabupaten Lamongan mendorong pelaku industri agar tak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan lingkungan. Dorongan ini muncul usai kunjungan sejumlah anggota dewan ke fasilitas industri rekayasa teknik di wilayah setempat, Jumat (10/10/2025).

Kunjungan tersebut turut dihadiri perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan. Mereka meninjau langsung proses operasional dan pengelolaan lingkungan yang diterapkan oleh pihak perusahaan.

Factory Manager di Rexline Lamongan, menyebut kunjungan itu menjadi momentum memperkuat sinergi antara industri, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Kami berkomitmen menjalankan aktivitas produksi yang bertanggung jawab serta mendukung ekonomi lokal,” ujarnya.

Menurutnya, perusahaan telah menyerap puluhan tenaga kerja lokal. Berdasarkan data terkini, tercatat 61 karyawan ber-KTP Lamongan bekerja di berbagai divisi produksi dan rekayasa. “Kami ingin tumbuh bersama masyarakat setempat, karena mereka bagian penting dari rantai produksi kami,” kata Nanang.

Pada kesempatan sama, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan juga turut memberikan arahan dan masukan berharga terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Arahan tersebut disambut positif oleh Rexline, yang menegaskan bahwa setiap aktivitas produksinya akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak mengganggu stabilitas lingkungan.

"Kami telah menerapkan sistem manajemen lingkungan yang ketat, mulai dari pengelolaan limbah, efisiensi energi, hingga penerapan teknologi yang meminimalkan emisi. Setiap tahap operasional dirancang untuk mendukung prinsip Green Industry, sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan," kata Nanang.

Tak hanya itu, Manajemen Rexline juga menyampaikan kepada DPRD dan DLH setempat, bahwa perusahaan telah melalui beberapa fase operasional di Indonesia dimulai dari perdagangan, dilanjutkan dengan penyimpanan material, hingga saat ini melakukan kegiatan fabrikasi ringan maupun berat untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....