Pebisnis Perhotelan Minta Pemerintah Kaji Ulang Efisiensi Anggaran
- 23 Feb 2025 10:37 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Pebisnis perhotelan di Kediri menilai kebijakan efisiensi anggaran pemerintah berdampak negatif pada sektor MICE. Agus Suryadi, General Manager Lotus Garden Hotel Kediri, mengungkapkan bahwa kebijakan ini dapat mengurangi potensi bisnis perhotelan hingga Rp 24 triliun.
"Sesuai data PHRI, kebijakan efisiensi anggaran berpotensi merugikan bisnis perhotelan, dan perlu dipertimbangkan kembali," ungkap Agus, Minggu (23/2/2025).
Agus menambahkan bahwa PHRI berencana menghadap Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk membahas pengkajian ulang kebijakan ini. "Kebijakan ini mirip dengan kebijakan serupa saat Joko Widodo pertama kali menjabat," katanya.
Dampak kebijakan ini sudah terasa di Kediri. Banyak hotel yang mengurangi jadwal acara, terutama yang melibatkan pemerintahan. "Biasanya, kami bisa menggelar 50 acara per bulan, kini jauh berkurang," kata Agus.
Selain itu, Nia Sari, Komisioner KPU Kota Kediri, mengonfirmasi dampak serupa. "Kebijakan efisiensi anggaran memengaruhi kegiatan KPU di hotel, kecuali acara yang sudah terjadwal tahun lalu," ujarnya.
Menanggapi dampak tersebut, pelaku bisnis perhotelan di Kediri mulai berdiversifikasi, mengincar pasar yang tidak terdampak kebijakan efisiensi anggaran. Mereka juga memperluas sinergi dengan sektor swasta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....