Kenaikan Harga Kedelai Impor Ancam Usaha Tahu Jombang
- 07 Jan 2025 18:55 WIB
- Kediri
KBRN, Jombang: Kenaikan harga kedelai impor mengancam keberlangsungan usaha pengrajin tahu di Jombang. Awal tahun 2025, pengrajin di Kabupaten Jombang menghadapi tantangan serius akibat lonjakan harga kedelai. Nuryatim, anggota Paguyuban Pengusaha Tahu Jombang, mengungkapkan bahwa harga kedelai kini mencapai Rp 9.000 per kilogram. Harga ini meningkat dari Rp 8.000 sebelumnya.
"Kenaikannya bertahap, mulai dari seratus hingga dua ratus rupiah," kata Nuryatim, Selasa (7/1/2025).
Ia menambahkan bahwa situasi ini mirip dengan kondisi sebelumnya, di mana harga kedelai selalu mengalami kenaikan. Untuk mengatasi masalah ini, pengrajin terpaksa memperkecil ukuran tahu. Jika langkah ini tidak cukup, mereka akan menaikkan harga jual tahu di pasaran.
"Solusi yang bisa kami lakukan saat ini adalah memperkecil ukuran tahu. Jika itu tidak cukup, terpaksa kami harus menaikkan harga jual tahu di pasaran," ujarnya.
Langkah ini dianggap realistis untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Mereka berharap pemerintah memberikan perhatian lebih untuk menstabilkan harga kedelai impor.
Kenaikan harga kedelai tidak hanya berdampak pada pengrajin, tetapi juga berpotensi mengganggu pasokan tahu di pasar.
Hal ini dapat memicu kenaikan harga di tingkat konsumen. Oleh karena itu, intervensi pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan industri kecil dan menengah.
Dengan kebijakan yang tepat dan dukungan memadai, diharapkan pengrajin tahu di Jombang dapat terus memproduksi tahu berkualitas. Keberlangsungan usaha mereka sangat bergantung pada langkah konkret yang diambil untuk mengatasi tantangan ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....