Pendekatan 'Deep Learning' Tingkatkan Kualitas Pendidikan Era Digital

  • 06 Jan 2026 07:30 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Pendekatan ‘Deep Learning’ dalam proses pembelajaran diyakini mampu meningkatkan kualitas pendidikan di era digitalisasi modern. Hal ini disampaikan oleh Rosanita Tritias Utami, M.Pd., Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris - Universitas Bhinneka PGRI, melalui dialog interaktif di Program Galeri Komunitas, Senin malam (5/1/2026).

“Selain sebagai wujud dukungan terhadap pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pendekatan ‘Deep Learning’ sangat relevan di era serba digital dan perubahan yang serba cepat,” kata Rosa, sapaan akrabnya, seraya mengatakan bahwa pendekatan pembelajaran ‘Deep Learning’ juga sudah diterapkan di negara-negara lain.

Dalam perbincangan santai selama 45 menit ini, Rosa merinci tiga prinsip pendekatan ‘Deep Learning’, yakni Mindful, Meaningful, Joyful. “Kalau dalam Bahasa Indonesia diistilahkan BBM, Berkesadaran, Bermakna, Menyenangkan. Tahapan ini memunculkan kemampuan siswa berpikir kritis, berempati, karena melalui proses olah pikir, olah rasa, dan olah raga,” ujarnya.

“Sering muncul istilah di masyarakat tentang kurikulum ‘Deep Learning’. Sebenarnya ini bukan kurikulum, melainkan pendekatan dalam aktivitas pembelajaran yang sangat memungkinkan untuk diimplementasikan di lingkup pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi,” ucap Rosa di pertengahan segmen.

Menjelang closing statement, Rosa turut berbagi pengalaman melakukan pendekatan ‘Deep Learning’ dalam proses perkuliahannya. “Antusiasme mahasiwa tampak dari mindful yang terbentuk melalui pemahaman insitruksi, meaningful terbentuk saat mereka sadar bahwa mereka butuh belajar, dan joyful tercapai saat mereka bebas memilih topik melalui metode bermain peran,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....