Hari Kartini, SLB PGRI Badas Upacara Dan Mewarnai

  • 21 Apr 2025 20:37 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Dalam memperingati Hari Kartini tahun 2025 SLB PGRI Badas, Kabupaten Kediri menggelar Upacara Bendera dan mewarnai bersama gambar R.A. Kartini Pahlawan Nasional Indonesia yang dikenal karena memperjuangkan emansipasi wanita khusunya dibidang pendidikan.

Zainur Rovik Guru SLB PGRI, Badas Kabupaten Kediri, Senin (21/4/2025) menyampaikan dalam peringatan Hari Kartini peserta didik memakai baju daerah untuk laki-laki dan kebaya bagi perempuan. Dalam membekali para siswa khusunya perempuan, SLB PGRI Badas memberikan pendidikan vokasi untuk kemandirian.

“Karena ibu Kartini kan dulu juga pejuang perempuan, jadi kita menyampaikan ke anak-anak bahwa perempuan itu harus bisa mandiri, kuta dan tangguh. Untuk anak perempuan kita ada vokasi menjahit, membatik dan eco prin itu nanti kan bisa dikembangkan lagi ketika dia sudah lulus,” ungkapnya.

Usai upacara bendera mewarnai bersama gambar RA. Kartini. (Foto: RRI/ Hery)

Sementara Nisa Diva Ulhaq Guru Kelas SLB PGRI Badas, Kabupaten Kediri mengatakan memaknai Hari Kartini anak-anak berkebutuhan khusus terutama perempuan saat ini juga harus dapat hidup mandiri dan tidak bergantung dengan orang lain.

“Meskipun perempuan, anak berkebutuhan khusus (ABK) nantinya juga bisa hidup mandiri, bisa berdaya dan tidak bergantung dengan orang lain. Saya melihat pandangan masyarakat sama ABK itu dipandang sebelah mata jadi dianggapnya mereka nggak bisa apa-apa. Tapi sebenarnya mereka punya keistimewaan, kemampuan, kita optimalkan apa yang mereka miliki sehingga bisa hidup mandiri,” ujarnya.

Nisa menambahkan dengan adanya pendidikan vokasi bagi siswa SLB diharapkan setelah lulus sekolah sedapat mungkin mereka dapat membuka usaha sendiri, menghasilkan usaha sendiri, terutama kemandirian untuk dirinya sendiri. Selain kemandirian di SLB juga diajarkan tentang sopan santun, bagaimana hidup bermasyarakat dan bagaimana bersikap di masyarakat.

“Dalam peringatan Hari Kartini harapannya anak berkebutuhan khusus tetap melanjutkan jenjang pendidikan setinggi mungkin, agar dapat membuktikan bahwa anak berkebutuhan khusus juga dapat berdaya, dapat hidup mandiri serta dapat berbaur di masyarakat,” kata Nisa.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....