Tradisi Ambengan Sambut Lebaran Masih Lestari Hingga Kini
- 01 Apr 2025 17:43 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Tradisi ambengan dalam menyambut datangnya lebaran masih lestari hingga kini di tengah kerukunan warga Dusun Kendaldoyong, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Menurut Andika (32), Ketua RT 02 Dusun Kendaldoyong, ambengan adalah tradisi makan bersama di mushola atau masjid setelah Sholat Idul Fitri selesai.
“Ambengan adalah momen yang ditunggu-tunggu warga seusai Sholat Id. Aneka nasi putih dan kuning yang ditata di wadah besar lengkap dengan lauk pauk dan sayuran siap untuk disantap bersama-sama, “ kata Andika seraya menceritakan bahwa kekompakan dan kebersamaan nampak jelas ketika tradisi turun temurun ini berlangsung, Senin (31/3/2025).
Selain disiapkan dalam beberapa wadah besar, sebagian warga juga membawa nasi kotak untuk dibagikan kepada seluruh jamaah Sholat Idul Fitri.
“Tidak perlu khawatir tidak kebagian karena semua sudah bawa sendiri-sendiri dari rumah. Hanya saja, petugas ta’mir juga memperbolehkan siapapun yang ingin kembul (red. makan bersama-sama) di wadah besar, “ ujar Andika kepada RRI Kediri.
Sementara itu, Kadenan Qomari (70), Ketua RW 02 Dusun Kendaldoyong, ia mengaku senang manakala ambengan yang merupakan cerminan budaya lokal masih dipertahankan di tengah hadirnya tradisi modern perayaan Idul Fitri.
“Cucu-cucu saya yang masih kecil jadi mengerti betapa kedamaian dan kerukunan begitu nampak saat menikmati aneka makanan yang sebelumnya sudah didoakan, “ ucap pensiunan guru ini, Selasa (1/4/2025).
“Ambengan itu asalnya dari kata ambeng yang berarti sego berkat (red. nasi yang disajikan dalam acara keagamaan) lengkap dengan lauk ayam, telur, ikan bandeng, dan lain-lain. Ciri khas lainnya adalah daun pisang yang dipakai sebagai alas makanan sehingga menambah kenikmatan, “ kata Kadenan yang tahun ini dipercaya menjadi tuan rumah Halal Bihalal RT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....