Peringati Hari Konstitusi, Warga Kediri Kirab Kebangsaan Situs nDalem Pojok

  • 18 Agt 2026 18:37 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Ratusan peserta dari berbagai lintas komunitas, tokoh masyarakat, hingga pelajar memadati kawasan Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Mereka mengikuti Kirab Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Konstitusi Republik Indonesia

RRI.CO.ID, Kediri - Ratusan peserta dari berbagai lintas komunitas, tokoh masyarakat, hingga pelajar memadati kawasan Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Mereka mengikuti Kirab Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Konstitusi Republik Indonesia, Selasa, 18 Agustus 2026.

Ketua Harian Situs Persada Sukarno nDalem Pojok, Kushartono menyatakan, suasana khidmat terasa sejak rombongan iring-iringan mulai bergerak dari Balai Desa Pojok menuju Situs Persada Sukarno nDalem Pojok. Barisan paling depan dipimpin para tokoh spiritual. Hal ini juga diikuti simbol lambang negara Garuda Pancasila yang diapit tegak oleh plakat Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.

"Kemeriahan semakin terasa saat galeri foto Presiden RI dari era Presiden Pertama Ir. Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto diarak dengan khidmat," kata Kushartono.

Menurutnya, pembentangan bendera Merah Putih berukuran raksasa oleh belasan pemuda-pemudi juga menyedot perhatian dan antusiasme warga di sepanjang rute kirab. "Setibanya di area Situs nDalem Pojok, peserta disuguhkan penampilan seni tari bertema kebangsaan dari Sanggar Tari Sasono Panji Saputro. Rangkaian acara dilanjutkan dengan upacara bendera, doa bersama lintas agama, serta penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim," katanya.

Kushartono menegaskan, momentum kirab ini digelar untuk mengingatkan kembali masyarakat akan pentingnya tanggal 18 Agustus dalam sejarah bangsa. "Hari ini adalah hari besar nasional berdasarkan Keppres Nomor 18 Tahun 2008 yang menetapkan 18 Agustus sebagai Hari Konstitusi. Lebih dari itu, kami memaknai hari ini adalah hari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Kushartono.

Ia menjelaskan, tradisi syukuran dan doa lintas agama sudah konsisten dijalankan sejak 2018. Namun perhelatan Hari Konstitusi dengan kirab yang melibatkan gabungan lintas elemen masyarakat secara masif baru pertama kali digelar di Kediri.

Menurutnya, publik kerap lupa bahwa di bulan Agustus terdapat dua momen vital pembentukan negara. Bahkan, belum banyak yang familier bahwa di bulan Agustus ini ada dua hari besar.

"Hari Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus, dan Hari Konstitusi atau Hari Berdirinya NKRI pada 18 Agustus," katanya.

Kushartono menambahkan argumen historis di balik penyebutan 18 Agustus sebagai Hari Berdirinya NKRI. Berdasarkan pembacaan teks Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah pernyataan kemerdekaan bangsa.

"Sementara pengesahan UUD 1945, penetapan wilayah, hingga pengangkatan Presiden dan Wakil Presiden baru disahkan sehari setelahnya, yakni 18 Agustus 1945," katanya.

Inisiatif edukasi ini juga didasari kajian dan diskusi panjang bersama sejarawan Prof. Anhar Gonggong dan ahli hukum tata negara Prof. Jimly Asshiddiqie. "Berdasarkan kajian mendalam tersebut, Situs Perjuangan nDalem Pojok bersama Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia telah bersurat resmi kepada Presiden. Kami mengusulkan agar 18 Agustus tidak hanya diperingati sebagai Hari Konstitusi, tetapi juga ditetapkan secara resmi sebagai Hari Berdirinya NKRI," katanya.

Sementara itu, seorang warga di Kediri, Toni mengemukakan, baru tahu juga kalau 18 Agustus itu hari pentingnya sama dengan 17 Agustus. "Semoga kegiatan seperti ini terus ada biar kita nggak lupa sejarah bangsa," kata Toni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....