Tradisi Suran Agung Ndalem Dewobroto Kediri Jamasi Ratusan Pusaka
- 30 Jun 2026 07:52 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Ratusan benda pusaka dijamasi dalam rangkaian Suran Agung di Pendopo Ndalem Dewobroto, Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Hal itu disampaikan Ketua Perkumpulan Budaya dan Seni Ndalem Dewobroto, Kanjeng Raden Arya (KRA) Bimo Dewobroto Hadiningrat, Senin malam, 29 Juni 2026.
“Yang kita jamas pusaka keluarga, dari eyang saya, dari trah Pakubowono III, dari trah Batoro Katong dan ada beberapa tetangga yang tidak mampu menjamasi atau tidak tahu caranya. Kita ngasih edukasi, silahkan jika mau dijamasi disini, pusaka dari teman, saudara serta perkumpulan pegiat budaya dan tidak ditarik biaya sepeser pun, sekitar 250 pusaka,” ujarnya.
Ia menambahkan Jamasan adalah memberi doa dan menguatkan kembali aura yang ada dalam pusaka. “Kalau kita wedar, sejatinya terjadinya kita itu digambarkan dengan pusaka, kalau warongko itu sebagai ibu, dan wilah itu sebagai bapak, jadi kalau disatukan sudah jadi pusaka,” katanya.
Dirinya mengungkapkan pusaka memiliki filosofi yang sangat tinggi, dan leluhur telah memberikan gambaran. “Hormatilah orang tua dengan simbol pusaka, bukan sebagai barang yang mistik simbol filosofi pelanangan dan padonan,” ucapnya.
Sementara Kasubbag Umum, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) XI Jawa Timur, Vera Fenniwaty Wailanduw, mengatakan jamasan adalah untuk menjaga dan melestarikan benda peninggalan leluhur. “Mungkin seperti keris atau tombak, tradisi ini merupakan manifestasi perwujudan kebudayaan kita dalam pengetahuan lokal masyarakat Jawa,” katanya.
KRA Bimo Dewobroto menambahkan tujuan Suran Agung tahun ke-10 untuk mempertahankan tradisi sebagai akar budaya bangsa. “Jangan sampai benang merah kita terputus dengan leluhur, karena kalau sudah terputus, kita sudah nggak punya kekuatan, jadi visi misi saya tetap setia pada budaya dan seni hasil karya lokal jenius eyang kita dulu,” ujarnya.
Pelaksanaan Suran Agung memilih waktu pada saat bulan purnama setiap bulan Suro dalam kalender Jawa. “Saya meyakini bulan purnama tanggal 15 setiap bulan Suro mempunyai energi yang sangat luar biasa, pasti ada acara disini (Pendopo Ndalem Dewobroto),” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....