Tradisi Khas Nusantara 'Halalbihalal' Masih Terjaga hingga Kini

  • 02 Apr 2026 16:05 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • tradisi khas nusantara
  • halalbihalal 1 syawal
  • idul fitri 1447 H

RRI.CO.ID, Kediri – Seperti lazimnya yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia setiap tahun, pasca perayaan Idul Fitri 1447 H, banyak terselenggara kegiatan Halalbihalal untuk saling maaf memaafkan serta mempererat tali silaturahmi. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi khas Nusantara satu ini masih lestari dan tetap terjaga hingga kini.

Menurut Tiwik Karminawati (43), warga Desa Karangtalun, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Halalbihalal bukan sekedar acara kumpul-kumpul dan saling bermaafan saja.

“Selain temu kangen, silaturahmi yang sudah pernah terjalin akan tetap terjaga dengan baik seterusnya,” kata Tiwik, sapaan akrabnya, Kamis, 2 April 2026.

“Selain melestarikan tradisi, sesuai budaya kita terutama orang Jawa, guyub rukun antar saudara sangat penting dan harus diwujudkan,” ujar Tiwik yang merupakan tenaga kesehatan di UPTD Puskesmas Pelas Kabupaten Kediri.

“Alhamdulillah, ada tiga acara Halalbihalal yang masih rutin terselenggara bersama keluarga besar, teman-teman kantor, dan teman-teman SMP.”

Sejalan dengan spirit baru yang lahir di momen Idul Fitri, dari segi bahasa, Halalbihalal berarti melepaskan segala ikatan yang membelenggu, mencairkan segala sesuatu yang membeku, dan menyelesaikan segala macam persoalan maupun perselisihan. Hal inilah yang menjadikan umat muslim di berbagai penjuru Nusantara antusias dengan terselenggaranya Halalbihalal.

Sementara itu, Tewel (44), Ketua Panitia Halalbihalal Alumni Kelas D SMPN 1 KRAS Periode 1995 – 1998 meyakini reuni tahunan dalam balutan nuansa lebaran akan tetap lestari.

“Selama koordinasi dan komunikasi dengan jejaring alumni tetap terjalin, kegiatan rutin Halalbihalal akan terus terselenggara setiap tahunnya,” ucap pelaku wirausaha kuliner nasi goreng ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....