Warga Kediri Gelar Tradisi Metri Hyang Bagawanta Bhari

  • 26 Mar 2026 15:32 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • tradisi budaya Metri Hyang Bagawanta Bhari

RRI.CO.ID, Kediri - Sejumlah warga Kabupaten Kediri menggelar tradisi budaya Metri Hyang Bagawanta Bhari di bantaran Sungai Serinjing. Pada agenda yang berlangsung di Dusun Kedungcangkring, Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, diadakan Selasa malam, 24 Maret 2026, menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kediri ke-1222 sekaligus upaya merawat warisan leluhur.

Dalam keterangannya Kamis, 26 Maret 2026, Panitia kegiatan, Zeni Irfan mengatakan, acara tersebut menampilkan berbagai prosesi budaya, mulai dari larung sesaji, porak tumpeng, hingga doa lintas agama. Tradisi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarat makna spiritual, historis, dan ekologis.

"Tradisi Metri Hyang Bagawanta Bhari merupakan bentuk kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga sumber kehidupan, khususnya Sungai Serinjing," kata Zeni Irfan.

Ia mengungkapkan, makna utama acara itu adalah manifestasi kesadaran kolektif. Tujuannya, untuk mencintai dan merawat denyut nadi kehidupan Kediri, yaitu Sungai Serinjing.

"Kegiatan ini juga menjadi pengingat akan jasa tokoh Bagawanta Bhari yang dikenal berperan penting dalam pengelolaan air dan sistem irigasi pada masa lampau. Peran tersebut tercatat dalam Prasasti Harinjing yang menjadi bagian penting sejarah peradaban Kediri," katanya.

Ia menambahkan, konsep Hatur Leluhur yang diangkat dalam kegiatan ini dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang Kabupaten Kediri. Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana napak tilas spiritual dan historis masyarakat terhadap nilai-nilai kearifan lokal.

Lalu, ucapnya, prosesi larung sesaji dimaknai sebagai simbol rasa syukur kepada alam sekaligus pelepasan ego manusia. Sementara porak tumpeng melambangkan kemakmuran yang dinikmati bersama tanpa memandang perbedaan.

Puncak acara ditandai dengan doa lintas agama yang melibatkan berbagai pemeluk agama dan penghayat kepercayaan. Kegiatan ini mencerminkan semangat toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kediri.

"Melalui acara ini, kita melihat bagaimana perbedaan bisa melebur dalam satu harmoni untuk tujuan yang sama," kata Zeni.

Ia meyakini, dengan tradisi ini, masyarakat Kediri tidak hanya merayakan hari jadi daerah, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk menjaga lingkungan, menghormati leluhur, dan memperkuat persatuan kesatuan Bangsa Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....