Tradisi ‘Dahar Berkat’ setelah Salat Id Masih Lestari
- 22 Mar 2026 19:50 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Tradisi yang mengilustrasikan kebahagiaan dalam keharmonisan ‘dahar berkat’ (red. makan nasi dalam nampan yang telah didoakan) setelah salat idulfitri masih lestari hingga kini. Hal ini nampak di Masjid Nurus Shobah, Desa Purwodadi, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sesaat setelah doa bersama selesai dilakukan, Sabtu, 21 Maret 2026.
Menurut Muhammad Gufron (63), Ta’mir Masjid Nurus Shobah, momen ‘dahar berkat’ adalah yang paling ditunggu tidak hanya oleh anak-anak, namun juga orang dewasa. “Tradisi turun temurun yang masih terpelihara dengan baik ini menjadi momen dimana warga tampak guyub rukun dan damai di hari lebaran,” kata Gufron, sapaan akrabnya, Minggu, 22 Maret 2026.
Melalui telepon selulernya, Gufron menjelaskan bahwasanya pelaksanaan ‘dahar berkat’ dapat terlaksana setiap tahun melalui koordinasi antar pengurus masjid dengan warga sekitar. “Alhamdulillah selain dari infak masjid yang terkumpul, warga secara sukarela melakukan iuran seikhlasnya sehingga ‘dahar berkat’ bisa dilaksanakan rutin setiap lebaran tiba dan sudah membudaya,” ujarnya.
Sebelum salat idulfitri dimulai, sebagian warga masing-masing telah membawa berkat yang dikemas di dalam kardus kotak nasi. Sementara itu, petugas ta’mir Masjid Nurus Shobah mempersiapkan berbagai menu masakan mulai dari nasi putih, nasi kuning, aneka lauk pauk, dan sayur mayur yang ditata di dalam nampan maupun ember besar.
“Dengan alas daun pisang dan kertas minyak, ‘dahar berkat’ dilakukan secara beramai-ramai dan suasananya begitu meriah karena lima hingga enam orang mengambil makanan dari satu ember atau nampan yang sama,” ucap Gufron seraya menyebut sedikitnya delapan hingga sepuluh ember berkat disiapkan setiap tahunnya untuk dinikmati bersama-sama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....