Rawat Hati agar Tetap Muda ditengah Bertambahnya Usia
- 07 Okt 2026 07:49 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Bertambahnya usia merupakan bagian dari sunnatullah yang tidak dapat dihindari manusia. Perubahan fisik seperti kulit yang mulai keriput, berkurangnya tenaga, hingga menurunnya kemampuan melakukan berbagai aktivitas merupakan proses alami yang menyertai perjalanan kehidupan.
Hal tersebut disampaikan Ustazah Nurul Hikmah, Dosen Hukum Islam Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya, dalam kajian Mutiara pagi di RRI Kediri, Rabu, 07 Oktober 2026. Menurutnya, usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk menjadi pribadi yang baik dan terus berbuat kebaikan tidak boleh ikut berkurang.
“Keterbatasan fisik seiring bertambahnya usia merupakan ketentuan Allah yang tidak dapat sepenuhnya dihindari meskipun manusia berusaha menjaga kesehatan dan kebugaran. Karena itu, yang perlu mendapatkan perhatian bukan hanya kondisi tubuh, tetapi juga keadaan hati, kondisi hati yang juga jangan ikutan tua,” ucapnya.
| Baca juga: Adab Bergaul dengan Orang Lain yang Baik |
Menurutnya, hal yang lebih berbahaya daripada tubuh yang menua adalah hati yang kehilangan cahaya. Hati yang tetap hidup ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bersyukur, mencintai kebaikan, peduli terhadap sesama, serta tetap memiliki harapan kepada Allah.
Ia mengutip pandangan Ibnu Qayyim yang menjelaskan bahwa hati manusia perlu dijaga karena hati dapat berada dalam kondisi hidup, sakit, bahkan mati. Hati yang hidup akan mendorong seseorang untuk senantiasa bersyukur dan memperbaiki hubungan dengan orang lain, termasuk tidak ragu meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
“Sebaliknya, hati yang mulai tua secara spiritual dapat terlihat ketika seseorang tidak lagi peduli terhadap orang lain, kehilangan empati, mudah menyerah, serta merasa tidak ada gunanya berharap kepada Allah. Kondisi tersebut, menurutnya, bukan semata-mata berkaitan dengan usia, tetapi menunjukkan berkurangnya kehidupan dalam hati,” katanya.
| Baca juga: Tiga Amalan Langit untuk Pejuang Garis Dua |
Ustazah Nurul juga mengingatkan bahwa hati membutuhkan perawatan sebagaimana tubuh. Jika tubuh membutuhkan makanan, olahraga, dan istirahat, maka hati membutuhkan ‘suplemen’ berupa perbuatan baik, rasa syukur, dzikir, membaca Al-Qur’an, serta upaya mendekatkan diri kepada Allah.
Ia merujuk pada QS Al-Hajj ayat 46 yang menjelaskan tentang hati sebagai pusat kehidupan batin manusia. “Dalam surat ini dijelaskan jika seseorang dapat memiliki mata yang sehat secara fisik, tetapi kehilangan kemampuan untuk melihat kebenaran apabila hatinya tidak terawatt,” ujarnya.
Karena itu, merawat hati harus dilakukan secara terus-menerus. Ia mengajak setiap orang membiasakan diri bersyukur, mudah memaafkan, memperbanyak dzikir dan membaca Al-Qur’an, serta melakukan introspeksi setiap hari agar hati tetap memiliki semangat untuk mencintai kebaikan.
Ia menegaskan, usia yang bertambah seharusnya diiringi dengan semakin dekatnya seseorang kepada Allah. Sebab, yang perlu dikhawatirkan bukan sekadar berkurangnya usia, melainkan berkurangnya kehidupan hati. Dengan hati yang terus diremajakan, seseorang diharapkan tetap memiliki semangat, rasa syukur, dan ketenangan dalam menjalani kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....