Kenapa Membunyikan Huruf R Terasa Sulit?

  • 28 Sep 2026 16:53 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri- Tahukah anda sebagian orang tidak bisa membunyikan atau melafalkan huruf R dengan mudah, lancar, dan jelas. Hal ini disebabkan karena terganggunya motorik asbrak sejak kecil. Mengutip Oak Tree Development Center, seseorang yang tidak bisa membunyikan R juga bisa diakibatkan oleh kebiasaan masa kecil karena terlalu lama menggunakan dot/empeng.

Tidak seperti huruf lain yang sangat mudah diucapkan, secara biologi, posisi dan getaran huruf R terjadi di dalam mulut dan tidak jelas terlihat di luar. Selain itu kondisi Tongue Tie, kondisi di mana bagian bawah lidah terlalu pendek atau ketat sehingga membatasi jangkauan gerak lidah untuk naik ke langit-langit mulut dan bergetar.

Dilansir dari Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Tongue tie atau ankyloglossia merupakan kelainan bawaan lahir pada lidah seseorang sejak bayi. Hal ini diakibatkan karena adanya sisa embriologis dari jaringan membran frenulum di garis tengah antara permukaan bawah lidah dan dasar mulut, yang terlalu pendek, tebal, dan tidak elastis sehingga membatasi gerakan lidah normal.

Seseorang yang memiliki tongue tie akan terlihat pada lidahnya menyerupai hati atau huruf V ketika dijulurkan. Namun tidak semua kasus membutuhkan tindakan medis jika tidak mengganggu pola makan atau minum dan bebricara sehari-hari. Biasanya dokter akan menyarankan untuk prosedur bedah ringan untuk memotong atau menggunting frenulum yang kencang. Frenulum adalah jaringan tipis yang menghubungkan bagian bawah lidah denggan rongga mulut bagian bawah/dasar.

Pada laman Wicaraku, dipaparkan bahwa sebagian besar penyebab utama orang tidak bisa mengucap kata R karena kerusakan pada sistem saraf otak. Saraf sebagai penghasil bahasa mengalami gangguan sehingga tidak mampu melafalkan fonem bahasa dengan sempurna. Pada orang dewasa yang normal, mereka biasanya memiliki artikulasi secara jelas untuk melafalkan huruf R, maka akibat kerusakan saraf pada otak, seorang anak akan mengucapkan fonem R dengan salah apabila tidak mendapatkan penanganan.

Tidak bisa membunyikan kata R atau disebut dengan istilah Cadel. Jenis ini dibagi menjadi 3 yaitu pertama, penderita cadel R bagian awal, penderita yang tidak mampu melafalkan huruf R di awal kata. Misalnya kata roda menjadi loda, ramai menjadi lamai, rusak menjadi lusak. Kedua, penderita cadel R m tengah, yaitu ketidakmampuan melafalkan huruf R di tengah kata. Contohnya, kata kereta menjadi keleta, berjalan menjadi beljalan, marah menjadi malah.

Ketiga, adalah ketika penderita mengalami cadel R pada bagian akhir, di mana ini merupakan kesulitan yang dialami individu dalam melafalkan huruf R di akhir kata. Sebagai contoh adalah kata motor menjadi motol, mikir menjadi mikil, dan kamar menjadi kamal, dan masih banyak lainnya. Paling sering kita jumpai di tengah-tengah masyarakat adalah penderita cadel huruf R yang menggantinya dengan mengucapkan huruf L. Alasannya karena cara mengucap kedua fonem tersebut hampir sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....