Melawan Pola Pikir Salah dengan Memperkuat Keyakinan kepada Allah

  • 05 Agt 2026 10:00 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Melawan Cognitive Distortion dengan Memperkuat Keyakinan Kepada Allah
  • Kesehatan mental dan kesehatan spiritual adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam Islam

RRI.CO.ID, Kediri – Di tengah gempuran ketidakpastian dunia modern, gangguan kecemasan yang dipicu oleh cognitive distortion (red. distorsi kognitif) kian marak mengintai kesehatan mental umat. Melawan cognitive distortion dengan memperkuat keyakinan kepada Allah diharapkan menjadi lentera spiritual yang akan menyelamatkan umat Muslim di era sekarang.

Menanggapi fenomena krusial yang marak terjadi, Ustaz Faishal Al Ghifari hadir memberikan pemaparan mendalam melalui unggahan reel video di Official IG @faishalgh_, Rabu, 5 Agustus 2026. Dalam tausiyahnya, Ustaz Fais mengupas tuntas bagaimana pola pikir yang rusak dapat disembuhkan total melalui penguatan fondasi iman dan tauhid yang kokoh.

“Distorsi kognitif merupakan musuh tak terlihat berupa pola pikir keliru yang melebih-lebihkan realitas secara negatif, seperti selalu membayangkan skenario terburuk,” kata Ustaz Fais yang merupakan Ketua Yayasan Nurhafa Husnul Khatimah Kota Bandung Jawa Barat ini. Menurutnya, tekanan psikologis akan menjauhkan seorang hamba dari ketenangan batin.

Bisikan-bisikan pikiran negatif disertai kekhawatiran berlebihan sering kali menjadi pintu masuk bagi keputusasaan yang mengikis kebahagiaan hidup. Penting untuk merekonstruksi cara berpikir melalui konsep husnuzan (red. berprasangka baik) kepada Allah SWT bahwa setiap ketentuan yang digariskan tidak pernah luput dari hikmah dan kasih sayang-NYA.

Sebagian besar masyarakat modern sering kali keliru mengartikan konsep tawakal yang hanya berfokus pada kepasrahan semata. Tawakal yang benar bukanlah sikap pasrah tanpa arah, melainkan sebuah kerja keras yang maksimal dan kemudian diikuti dengan penyerahan hasil mutlak kepada keputusan Allah.

"Saat kecemasan melanda, katakan pada diri sendiri bahwa masa depan kita tidak diatur oleh skenario terburuk dalam kepala kita, melainkan diatur oleh Allah Yang Maha Penyayang," ujar Ustaz Fais. Ia turut memberikan penegasan bahwa Allah Maha Pengatur (Al-Mudabbir) dan Maha Pelindung (Al-Wali).

Ketika seseorang meyakini dengan sepenuh hati bahwa kendali alam semesta berada di tangan Zat Yang Maha Pengasih yaitu Allah SWT, maka rasa cemas akan masa depan akan terkikis habis. Umat Muslim harus memiliki mental kuat dan menjadi seorang mukmin tangguh serta tidak pernah hancur oleh ekspektasi materi atau penilaian manusia yang semu.

“Kesehatan mental dan kesehatan spiritual adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam Islam,” ucap Ustaz Fais di akhir sesi ceramah singkatnya, Rabu pagi. “Zikir adalah cara terbaik untuk menghentikan overthinking. Ketika lidah dan hati sibuk mengingat Allah, maka pikiran negatif tidak akan punya ruang untuk masuk,” kata pendakwah muda ini mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....