Tiga Sikap Mental Resilient, Fragile, dan Antifragile dalam Perspektif Islam

  • 10 Jul 2026 11:03 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Tiga Sikap Mental Resilient, Fragile, dan Antifragile dalam Perspektif Islam
  • Umat Muslim tidak hanya harus bertahan dalam setiap ujian kehidupan, melainkan pulih, dan terus bertumbuh

RRI.CO.ID, Kediri – Tiga sikap mental yang terbagi menjadi tiga jenis, yakni ‘Resilient’ (Ketahanan Diri), ‘Fragile’ (Rapuh), dan ‘Antifragile’ (Semakin Kuat), adalah fokus untuk menata ruang batin dalam menghadapi ujian kehidupan. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Sonny Abi Kim, Pendiri PPA (Pola Pertolongan Allah) Institute Indonesia, Jum’at, 10 Juli 2026.

“Umat Muslim tidak hanya harus bertahan dalam setiap ujian kehidupan, melainkan pulih, dan terus bertumbuh. Untuk itu, yang dibutuhkan adalah sikap mental,” kata Ustaz Sonny. Disampaikannya, ada tiga jenis sikap mental manusia dalam menghadapi berbagai jenis ujian, yakni fragile (red. rapuh), resilient (red. tahan dan pulih), dan antifragile (semakin kuat).

“Fragile, mudah pecah, hancur, stres, jatuh terpuruk tanpa mampu bangkit kembali saat menerima tekanan hidup. Tren ini marak terjadi pada Gen Z,” ujar Ustaz Sonny. Menurutnya, kemudahan dan kecanggihan teknologi digital memberikan pengaruh terhadap ketahanan dan bagaimana generasi muda di era sekarang menghadapi cobaan dan tantangan hidup.

Sementara itu, sikap mental manusia ‘resilient’ memiliki ketahanan untuk menghadapi kesulitan, mampu beradaptasi, menahan beban, dan berhasil pulih kembali ke kondisi normal setelah badai berlalu. Untuk berada di fase ini, manusia harus menyadari bahwa kesulitan adalah tarbiyah, pendidikan jiwa dari Allah untuk menghapus dosa dan menaikkan derajat keimanan.

Sikap mental ketiga adalah ‘antifragile’ yang tidak hanya kuat menahan beban, tetapi justru memanfaatkan segala tekanan dan kesulitan hidup untuk belajar, bertumbuh, dan terlahir menjadi pribadi baru yang jauh lebih berkualitas. Karakter sejati manusia tidak dibentuk saat kondisi nyaman, melainkan di tengah badai kehidupan.

“Kunci utama kesembuhan luka batin adalah ikhlas yang didefinisikan sebagai hilangnya seluruh harapan di hati kecuali kepada Allah. Berharap pada manusia adalah patah hati yang disengaja,” ucap Ustaz Sonny melalui unggahan reel singkat di Official Instagram pribadinya @sonnyabikim, Jum’at pagi.

Ustaz Sonny yang juga merupakan seorang Spiritual Master Trainer turut menegaskan bahwa batin yang tangguh tidak mungkin diperoleh dengan cara instan, melainkan perlu melalui proses latihan olahraga jiwa atau riyadhah agar manusia tidak mudah terhanyut dalam kesedihan berlarut-larut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....