‘Soal Ikhlas ternyata Aku Masih Amatir’ dalam Perspektif Islam
- 05 Jul 2026 12:50 WIB
- Kediri
Poin Utama
- ‘Soal Iklhas ternyata Aku Masih Amatir’ dalam Perspektif Islam
- Ikhlas bukanlah sebuah titik pencapaian instan, melainkan sebuah proses latihan batin dan perjalanan spiritual seumur hidup.
RRI.CO.ID, Kediri – Belakangan ini sedang viral sebuah lagu dengan judul ‘Sesi Potret’ yang memiliki lirik ‘soal ikhlas ternyata aku masih amatir’ karya Enau Featuring Ari Lesmana. Dalam perspektif Islam, ditekankan bahwa ikhlas bukanlah sebuah titik pencapaian instan, melainkan sebuah proses latihan batin dan perjalanan spiritual seumur hidup.
“Pengakuan ikhlas masih amatir merupakan bentuk kerendahan hati sekaligus pengingat bahwa menata hati agar bersih dari pamrih adalah hal yang sangat menantang,” kata Ustaz Sonny Abi Kim, Pendiri PPA (Pola Pertolongan Allah) Institute Indonesia, Minggu, 5 Juli 2026. Menurutnya, ikhlas merujuk pada sesuatu yang sifatnya tuntas, murni, bening, dan bersih.
Keikhlasan yang hakiki hanya akan dapat tercapai manakala kondisi hati manusia tidak lagi memiliki ruang untuk berharap kepada sesama manusia, melainkan hanya berserah, bergantung, dan berharap kepada Allah SWT. Kekecewaan kerapkali muncul karena manusia cenderung menggantungkan harapan terhadap sesamanya.
Rasa sakit, patah hati, dan kekecewaan yang datang silih berganti menjadi cara Allah menyadarkan hamba-NYA agar kembali bergantung dan berserah kepada-NYA. Sementara itu, ego manusia secara alami selalu mencari validasi, menyukai pengakuan, apresiasi, serta pujian dari orang lain.
“Keikhlasan yang matang menuntut seseorang untuk bisa memberikan manfaat tanpa harus terlihat atau diakui oleh publik,” ujar Ustaz Sonny yang juga merupakan seorang Spiritual Master Trainer. Disampaikannya, tidak perlu menunggu urusan menjadi mudah baru mau ikhlas, tetapi ikhlas dan lapang dada yang akan membuat segala sesuatunya terasa ringan.
Manusia terkadang tidak menyadari bahwa kebahagiaan, kedamaian, dan ketenangan hidup yang sejati justru dikendalikan oleh bagaimana seseorang mengelola batin dan rasa di dalam diri masing-masing, bukan dari sisi luar. Untuk mencapai titik berdamai dengan hati dimulai dari diri sendiri dan dibutuhkan keteguhan niat.
“Berdamai dengan keadaan adalah wujud menerima takdir dan realita yang terjadi tanpa mengeluh. Ini merupakan pintu gerbang utama menuju ikhlas. Lapangkanlah hati terlebih dahulu, maka Allah akan memudahkan segala urusan” ucap Ustaz Sonny melalui unggahan reel singkat di Official Instagram pribadinya @sonnyabikim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....