Empat Fenomena Langit Langka Hiasi Mei 2026
- 18 Mei 2026 14:11 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Sebuah pemandangan luar biasa akan tersaji di langit malam sepanjang bulan Mei 2026 ini. Akun media sosial resmi Google Indonesia baru saja membeberkan deretan fenomena astronomi langka yang dapat disaksikan oleh masyarakat.
Setidaknya, ada empat peristiwa langit utama yang diprediksi akan memanjakan mata para pencinta astronomi dan masyarakat umum di tanah air. Rangkaian fenomena ini sebenarnya sudah dimulai sejak awal bulan, tepatnya pada tanggal 2 Mei 2026, lewat peristiwa okultasi Antares oleh bulan.
Ini merupakan sebuah peristiwa yang sangat langka terjadi. Pada saat itu, Antares yang dikenal sebagai bintang paling terang di rasi bintang Scorpius, tampak menghilang secara perlahan di balik piringan bulan sebelum akhirnya muncul kembali beberapa saat kemudian.
Tak berhenti di situ, fenomena berikutnya yang tidak kalah menakjubkan adalah kehadiran cahaya Da Vinci atau yang sering disebut sebagai earthshine mornings. Fenomena optik yang indah ini dijadwalkan menyapa langit subuh pada tanggal 12 hingga 13 Mei 2026.
Peristiwa ini selalu berhasil menarik perhatian karena keunikan visual yang dihasilkannya pada bentuk bulan. Secara ilmiah, cahaya Da Vinci ini terjadi ketika cahaya matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi justru berbalik menyinari bagian gelap bulan.
Bagian yang tidak terkena sinar matahari langsung tersebut akhirnya ikut berpendar. Alhasil, seluruh piringan bulan yang biasanya tampak terpotong, kali ini akan terlihat bersinar meskipun dengan intensitas yang redup.
Memasuki pertengahan bulan, tepatnya pada tanggal 18 hingga 19 Mei 2026, masyarakat kembali disuguhkan dengan fenomena konjungsi antara bulan dan planet Venus. Meskipun tanggal pastinya dapat sedikit bervariasi tergantung pada lokasi pengamatan, planet Venus dipastikan akan tampak berada sangat dekat dengan bulan di langit menjelang subuh.
Pertemuan kedua benda langit ini tentu akan menciptakan pemandangan yang sangat memukau di ufuk timur. Hal ini dikarenakan Venus dan bulan merupakan dua objek paling terang di langit malam. Ketika keduanya berada dalam posisi berdampingan, pancaran cahayanya akan terlihat begitu kontras dan mendominasi keindahan langit fajar.
Sebagai penutup akhir bulan yang sempurna, fenomena blue moon atau bulan biru akan hadir pada tanggal 31 Mei 2026. Secara astronomis, istilah ini disematkan karena bulan Mei 2026 memiliki dua kali fase bulan purnama, di mana purnama kedua jatuh di akhir bulan. Ini adalah fenomena kalender yang cukup jarang terjadi, mengingat biasanya hanya ada satu bulan purnama dalam satu bulan genap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....