Benarkah Masuk Pasar dapat Menghapuskan Dosa-Dosa?
- 07 Mei 2026 07:48 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Masuk pasar menghapuskan dosa-dosa?
- Doa dan adab masuk pasar dalam perspektif Islam
RRI.CO.ID, Kediri – Meskipun pasar termasuk tempat yang identik dengan pusat keramaian dan transaksi jual beli, namun Allah tidak menyukai tempat ini. Pasar adalah tempat dimana orang seringkali lalai mengingat Allah, tempat yang berpotensi terjadi transaksi penipuan, riba, sehingga adab dan kebaikan saat memasuki pasar dipercaya dapat menghapuskan dosa-dosa.
“Dalam Hadis Hasan, Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa memasuki pasar dan mengucapkan Laa ilaha illahlah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumit, wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir, maka Allah akan menghapus satu juta keburukan dan mengangkat derajatnya,” kata Ustaz Faishal Al Ghifari, Ketua Yayasan Nurhafa Husnul Khatimah, Kota Bandung, Jawa Barat.
Melalui unggahan video pendek di reel Official Instagram pribadinya @faishalagh_, Kamis, 7 Mei 2026, Ustaz Fais, sapaan akrabnya, ia menyampaikan bahwa Allah akan mencatat beribu-ribu kebaikan, menghapus beribu-ribu keburukan, dan mengangkat kedudukan manusia beribu-ribu derajat manakala mengucap dzikir khusus saat memasuki pasar.
Seiring dengan keberadaan pasar yang memberikan manfaat bagi banyak umat namun termasuk tempat yang dibenci Allah, membentengi diri dengan doa khusus dan menjadikan pasar sebagai ladang pahala tentu sangat penting dilakukan oleh umat Muslim. Allah senantiasa memberikan ganjaran ampunan manakala manusia menjaga ketaatan dalam situasi yang sulit.
Keutamaan menjaga adab dan membaca doa pada saat memasuki lingkungan pasar adalah berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah (HR. At-Tirmidzi 3428). Selain itu, dalam Islam turut diajarkan empat adab masuk pasar, yakni membaca doa, tidak berlama-lama di pasar, berbelanja seperlunya, dan jujur dalam bertransaksi.
Tetap menjaga kehormatan saat berada di ruang publik dan pusat keramaian seperti pasar sangatlah ditekankan bagi umat Muslim laki-laki maupun perempuan. Mengenakan pakaian yang tidak berlebihan dan menutup aurat, berbicara dengan sopan, menjaga pandangan, ramah dalam menawar, jujur, dan amanah merupakan adab dan etika interaksi dan transaksi yang harus dijaga.
“Jangan pernah kehilangan kesempatan baik untuk Allah hapuskan dosa-dosa kita bahkan ketika kita pergi ke pasar sekalipun,” ujar Ustaz Fais yang merupakan pengajar Bahasa Arab, Tahsinul Qiraah dan Kajian Umum Keislaman ini. Berzikir di pasar diyakini memiliki keistimewaan karena dilakukan di tengah kelalaian manusia yang sibuk dengan duniawi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....