Allah Tidak Akan Membiarkan Manusia Beriman tanpa Ujian
- 02 Mei 2026 09:11 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Tak ada beban tanpa pundak
- Allah tidak membiarkan manusia beriman tanpa ujian
- Mutiara Pagi Pro 1 RRI Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Allah SWT tidak akan membiarkan begitu saja manusia mengatakan dirinya beriman tanpa dibuktikan melalui ujian yang dihadirkan. Hal ini disampaikan oleh Ustaz M. As’ad Effendy, Pengasuh Majelis Ta’lim Masjid At – taqwa, Tirtoudan, Kota Kediri, Jawa Timur, melalui Program ‘Mutiara Pagi’ RRI Kediri, Sabtu, 2 Mei 2026.
“Negara kita saat ini sedang diuji dengan banyak masalah. Belum usai dampak konflik timur tengah, kasus kekerasan anak di baby care Jogja, terjadi lagi kecelakaan kereta api,” kata Ustaz As’ad di sesi mukadimahnya.
Disampaikannya, manusia pasti diuji dengan masalah yang berbeda tingkatan frekuensi dan konteksnya, seperti ujian dalam lingkup keluarga, organisasi, dan lainnya.
Tidak semua ujian kehidupan yang datang dari Allah berupa keburukan hingga mendatangkan kesedihan. Ustaz As’ad turut menghadirkan kisah Firaun, Qarun, dan Hanan yang diuji dengan kepandaian, ilmu, hingga harta, namun semua kenikmatan yang dimiliki justru menjadikan mereka jauh dari Allah SWT.
Salah satu analogi nyata yang bisa dijadikan motivasi agar manusia senantiasa kuat menghadapi ujian dan cobaan adalah statement ‘tak ada ujian tanpa bahu’, yang berarti Allah tidak pernah salah memilih bahu manusia untuk dibebankan ujian hidup. Ibaratnya untuk memunculkan kualitas emas yang baik, maka harus melalui proses pembakaran terlebih dahulu.
“Apa yang ada di sisi manusia akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah akan kekal abadi. Tidak yang abadi di dunia ini,” ujar Ustaz As’ad di pertengahan segmen syi’ar Islamnya.
Menurutnya, umat Muslim wajib memahami untuk tidak terlalu lama bersedih dengan apa yang telah hilang, sebaliknya juga tidak terlalu bahagia dengan segala sesuatu yang didapatkan.
Dalam pandangan spiritual, Allah maha mengetahui segalanya termasuk batas kemampuan hamba-NYA bahkan melebihi hamba itu sendiri. Manusia seringkali merasa tidak sanggup menghadapi satu ujian dan cobaan tertentu, namun tanpa disadari dalam kesulitan mereka justru mampu mengeluarkan segala potensi yang ada.
Di akhir segmen tausiyahnya, Ustaz As’ad turut memberikan empat cara kepada masyarakat agar tetap tegar dan kuat manakala cobaan dan ujian datang dari Allah SWT, seperti meningkatkan tauhid dan keyakinan kepada Allah, meningkatkan kualitas ilmu dan kompetensi, meningkatkan silaturahmi untuk menambah support system, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....