Hilangkan Rasa Insecure dengan Berprasangka Baik pada Allah
- 29 Apr 2026 06:05 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Hilangkan Rasa Insecure dengan Berprasangka Baik pada Allah
- Bersyukur dan terus memantaskan diri atas rezeki
RRI.CO.ID, Kediri – Menghilangkan rasa insecure (red. tidak percaya diri) yang seringkali datang pada diri manusia dapat dilakukan dengan cara berprasangka baik pada Allah SWT dan memperbanyak rasa syukur. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Faishal Al Ghifari, Ketua Yayasan Nurhafa Husnul Khatimah, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 29 April 2026.
Melalui unggahan reel di Official Instagram pribadinya @faishalagh_, Ustaz Fais, sapaan akrabnya, ia mengatakan bahwa masalah besar pada diri manusia hari ini adalah ketika mereka cenderung mengukur diri sendiri menggunakan penggaris orang lain. “Seringkali kita bertanya, mengapa dia masih muda tapi sudah punya semuanya, punya pencapaian ini dan itu,” katanya.
“Melalui Surah An-Nahl Ayat 71, disampaikan bahwa Allah sengaja mendesain rezeki manusia itu berbeda antara satu dengan yang lain, khususnya pada takaran dan waktu diberikannya”, ujar Ustaz Fais.
Dijelaskannya, yang menjadi masalah adalah ketika manusia tanpa sadar seringkali memaksa rezekinya harus sama takaran dan waktu datangnya dengan orang lain. Manusia memiliki banyak keterbatasan termasuk dalam hal memiliki perspektif dan memandang masa depan.
| Baca juga: Jauhi Dosa guna Hindari Penyakit Permusuhan |
Dalam keterbatasan itu, umat Muslim wajib meyakini bahwa di balik kesulitan seperti kegagalan atau kehilangan, seringkali menjadi obat pahit yang mendewasakan, menguatkan mental, dan menjauhkan seseorang dari bahaya yang lebih besar. Belum tentu segala sesuatu yang terjadi sesuai harapan dan angan manusia adalah sebuah kebaikan yang dipenuhi dengan keberkahan.
Kenyamanan, keberlimpahan, kebiasaan buruk, ambisi buta karena persaingan hidup, bisa jadi memang terlihat indah di awal, namun perlahan merusak kesehatan, karakter, atau masa depan seseorang. “Dalam Surah Al-Baqarah Ayat 216 disebutkan bahwa apa yang kamu benci boleh jadi ini baik untuk kamu, apa yang kamu suka boleh jadi ini buruk untuk kamu”, ucap Ustaz Fais yang merupakan Pengajar Bahasa Arab, Tahsinul Qiraah, dan Kajian Umum Keislaman ini.
Menurutnya, hasil akhir sebuah peristiwa seringkali baru terlihat jauh di masa mendatang. Di akhir unggahan reel yang berisi tausiyah Islam singkatnya, Ustaz Fais mengajak masyarakat berlomba-lomba untuk berhusnudzon terhadap segala bentuk ketentuan yang diberikan oleh Allah SWT.
“Teruslah berprasangka baik pada Allah, teruslah memantaskan diri, agar kelak kita siap ketika apa yang kita harapkan benar-benar datang dan diberikan pada kita,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....