Pentingnya Mengambil Jeda dari Hiruk Pikuk Dunia

  • 25 Apr 2026 16:59 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Mengambil jeda dari hiruk pikuk dunia
  • Jeda fisik, jeda pikiran, jeda jiwa, dan jeda spiritual

RRI.CO.ID, Kediri – Dunia hari ini menuntut semua orang untuk terus berlari demi mengejar ambisi dan berbagai pencapaian di tengah ketatnya persaingan. Tren kemunculan FOMO (Fear of Missing out) atau takut ketinggalan seringkali menjadikan seseorang lupa bahwa tubuh manusia butuh berhenti sejenak layaknya mesin.

Melalui Syi’ar Islam dalam Program Mutiara Pagi, Sabtu, 25 April 2026, disampaikan oleh Ustaz M. As’ad Effendy, Ph.D., FISQua., Pengasuh Majelis Ta’lim Masjid At-Taqwa Tirtoudan Kota Kediri, Jawa Timur, jeda bukan berarti menunjukkan kelemahan, namun berhenti sejenak sebelum bergerak kembali.

“Di zaman perang, orang Islam selalu melakukan gencatan senjata untuk mengumpulkan energi positif sebagai bagian dari persiapan menghadapi bulan haji,” kata Ustaz As’ad, di awal tausiyahnya. “Mereka meletakkan senjata dan berhenti berperang dengan tujuan melawan ambisi dan menghindari perbuatan mendzolimi diri sendiri,” ujarnya.

Ritme jeda dari aktivitas sehari-hari yang menguras energi turut diajarkan dalam Islam manakala sahabat Nabi Muhammad SAW menghabiskan hari-harinya dengan salat dan berpuasa. Hingga pada suatu ketika Nabi Muhammad menasihati bahwa ada saatnya beribadah, namun tanpa meninggalkan waktu istirahat dan tetap memperhatikan keluarga.

Di tengah perkembangan digitalisasi modern yang kian masif, jeda menjadi satu kebutuhan dalam empat dimensi kehidupan, yakni jeda secara fisik, jeda pikiran, jeda jiwa, dan jeda spiritual. Mengambil jeda dari hiruk pikuk dunia dalam perspektif Islam berarti menjaga kesehatan iman dan mental.

“Jeda fisik dapat dilakukan melalui puasa yang menjadikan kita membatasi diri dari banyak hal. Jeda pikiran kita lakukan dengan cara mengosongkan pikiran dari hal negatif agar lebih bisa mendengarkan suara hati,” ucap Ustaz As’ad. “Jeda jiwa layaknya kita melakukan mode pesawat sehingga lebih menenangkan diri, dan jeda spiritual adalah lebih meningkatkan ibadah dan rasa syukur.”

Melalui closing statement singkatnya, Ustaz As’ad mengajak masyarakat untuk sering mengambil jeda dengan tujuan mendekatkan diri pada Allah SWT dan menjaga kualitas keimanan serta ketakwaan. Menghargai segala daya upaya yang sudah dilakukan dan mensyukuri apa yang sudah dicapai hanyalah bisa dilakukan melalui jeda untuk ruang refleksi diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....