Cuaca Tak Menentu, Petani Jagung Terancam Merugii
- 13 Apr 2026 17:39 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Cuaca yang tidak menentu mulai berdampak pada sektor pertanian. Petani jagung menghadapi ancaman serius akibat tingginya curah hujan yang memicu pembusukan tanaman.
Kondisi ini terjadi karena tanaman jagung pada dasarnya tidak membutuhkan banyak air. Saat hujan turun terus-menerus, lahan menjadi tergenang dan memicu munculnya jamur pada akar tanaman.
Salah satu petani jagung di Desa Mojosongo, Boyolali, Edi Paramono, mengatakan musim yang tidak stabil membuat tanaman jagung rentan rusak sejak awal pertumbuhan.
“Biasanya muncul jamur dan pembusukan pada akar karena air tidak kunjung surut,” ujarnya, Senin 13 April 2026.
Menurut Edi, kondisi ini membuat petani harus ekstra waspada dalam memantau perkembangan cuaca. Pengelolaan air di lahan menjadi faktor penting agar tanaman tidak rusak.
“Kalau musim seperti ini, harus terus memantau. Air tidak boleh sampai menggenang di sawah,” jelasnya.
Tak hanya itu, petani juga menghadapi dilema dalam menentukan jenis tanaman. Jagung membutuhkan sedikit air, sementara padi justru memerlukan banyak air, sehingga pilihan tanam menjadi tidak mudah.
Di sisi lain, biaya produksi yang sudah dikeluarkan sejak awal tanam membuat petani berada dalam posisi rentan jika terjadi gagal panen.
“Kalau sampai gagal panen, tentu kerugian besar karena biaya sudah keluar sejak awal,” tambahnya.
Petani berharap adanya solusi jangka panjang untuk menghadapi perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi. Salah satunya melalui pengembangan bibit tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi ekstrem.
“Harapan kami ada bibit yang lebih tahan terhadap cuaca tidak menentu seperti ini,” pungkasnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....